Distan PPU Minta Bendung Gerak Talake di Realisasikan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU Andi Trasodiharto. (ESY)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU Andi Trasodiharto. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU), meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pusat untuk segera realisasikan bendung gerak Sungai Talake di perbatasan Kecamatan Babulu dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, pembangunan bendung gerak Sungai Talake ini sangat penting bagi para petani. Sebab, hal ini salah satu sumber air irigasi lahan persawahan di dua Kabupaten.

” Sebaliknya juga untuk Kabupaten Paser bisa ikut merasakan dampak dari bendung gerak Sungai Talake ini,” kata Andi Trasodiharto.

Keberadaan bendung gerak Sungai Talake ini, dapat mendukung kedaulatan pangan dan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Kebutuhan pangan di Benuo Taka akan semakin meningkat seiring pembangunan dan perkembangan IKN, melainkan infrastruktur pengairan harus segara dibangun agar Kabupaten PPU bisa memenuhi kebutuhan pangan di Kota Nusantara.

Sementara, luas lahan persawahan di PPU yang digarap oleh petani, kata dia, mencapai sekitar 8.000 Hektare (Ha).

” Untuk itu, kami meminta dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) konsen membantu tumbuh kembangnya lahan pertanian di PPU, dan dapat mensupport pangan kita ke luar daerah,” tegasnya.

Kendati demikian, para petani Benuo Taka akan menantikan pembangunan bendung gerak Sungai Talake di perbatasan Kecamatan Babulu dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

” Saya yakin apabila gerak bendung Sungai Talake diselesaikan, para petani bisa menanam padi tiga kali dalam setahun, ” tuturnya. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses