Jembatan Penghubung Penajam-Balikpapan Tunjang Akses Kota Nusantara

Bagus Purwa

Sodikin, Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten PPU. (Ist)
Sodikin, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten PPU. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan, dapat menunjang akses Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia, kata Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Sodikin.

Pemerintah kabupaten, jelas Sodikin di Penajam, Rabu, memasukkan rencana pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan dalam RTRW 2023-2043 kabupaten.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut dia, juga memasukkan jembatan penghubung tersebut dalam RTRW 2023-2042 yang dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Rencana RTRW Provinsi Kalimantan Timur.

Pembangunan Jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan tersebut, sempat dilelang oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019.

Tetapi, proyek jembatan dengan nilai lebih kurang Rp15 triliun saat itu, dihentikan proses lelang investasi, setelah penetapan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser menjadi kawasan Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia.

“Saat ini, rencana pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan secara dokumen sudah ada, masuk RTRW provinsi dan kabupaten,” katanya.

Kementrian Pekerjaan Umum diharapkan segera merealisasikan pembangunan jembatan penghubung tersebut, ia menimpali lagi, jembatan penghubung akan berdampak terhadap perekonomian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan.

Keberadaan jembatan tol di atas Teluk Balikpapan tersebut, menurut Sodikin pula, juga bakal menjadi daya dukung akses Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia.

Jembatan tol Penajam-Balikpapan yang memiliki jarak tempuh hanya 15 menit tersebut, digagas Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta PT Waskita.

Desain jembatan penghubung yang dibangun di atas Teluk Balikpapan, sepanjang 7,9 kilometer dengan lebar 33 meter, ketinggian ruang bebas jembatan 50 meter diubah menjadi 65 meter dari permukaan air laut tertinggi..

Jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan tersebut, diharapkan direalisasikan pemerintah pusat, agar dapat dibangun seiring dengan pembangunan Kota Nusantara. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses