Stunting Cara Memahami Kesehatan Anak

Anggota DPRD Kabupaten PPU, Sujiati. (Ist)
Anggota DPRD Kabupaten PPU, Sujiati. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), SujiatI menyampaikan bahwa stunting bukan masalah kaya dan miskin, tatapi bagaimana cara memahami tentang kesehatan ibu dan anak.

“Untuk terhindar dari stunting dimulai menjaga kesehatan dari calon pengantin (Catin). Menjelang pasangan akan menikah melakukan pemeriksakan kesehatan. Keduanya harus sehat. Setelah itu baru dilaksanakan pernikahannya,” ucap.

Selanjutnya setelah menikah dan pesta seluruh pasangan ingin punya anak, keturunan. “Anak selama berada dalam rahim, pada masa kehamilan membutuhkan makanan bergizi melalui makanan yang dimakan ibunya,” ucapnya.

Setelah anak lahir harus diberikan air susu ibu (ASI) eksklusif tanpa makanan/minuman tambahan hingga berusia 6 bulan. Sebab ASI telah memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan bayi sampai berumur 6 bulan.

Ia juga menyampaikan, setelah 6 bulan, pemberian ASI eksklusif bukan berhenti. ASI tetap diberikan kepada bayi hingga usianya 2 tahun. Pemberian ASI hingga usia bayi 2 tahun justru banyak memberikan manfaat. Bahkan manfaat ini tidak hanya bisa didapatkan bayi, tapi juga ibunya.

Kemudian, ucapnya, sebenarnya makanan yang bergizi tidak semuanya dibeli. Banyak makanan bergizi yang bisa dimakan sang ibu seperti, seperti ikan, ayam, telor, tempe, tahu, sayur sayuran dan lain sebagainya.

“Makanan berkalori dari Karbohidrat seperti ubi kayu, talas, ubi jala dan lain sebagainya.Semua itu mudah ditanam dàn mudah tumbuh cukup disamping rumah,” ucapnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses