Waris Muin Minta Persagi Bantu Percepat Penurunan Stunting, Bangun Generasi Sehat

Edy Suratma Yulianto

Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten PPU. (Ist)
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten PPU. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting harus menjadi prioritas utama bagi jajaran pengurus baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten PPU periode 2025–2029. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus yang berlangsung pada Senin (28/04/2025).

Acara pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persagi Provinsi Kalimantan Timur, Ir. Wiryanto, MM, ini digelar dengan penuh semangat kolaborasi di kalangan tenaga kesehatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, dr. Jansje Grace Makisurat, MH, sejumlah pejabat daerah, pengurus Persagi tingkat provinsi dan kabupaten, serta berbagai elemen organisasi profesi.

Waris Muin menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik dan mendorong mereka untuk menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, integritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga semangat pengabdian menjadi kekuatan utama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di PPU,” ujar Waris Muin.

Waris Muin juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh insan Persagi atas peran mereka dalam memperbaiki status gizi masyarakat, yang menjadi fondasi utama dalam membangun generasi berkualitas.

“Gizi yang baik adalah dasar dari SDM yang unggul. Persagi telah berkontribusi nyata dalam upaya ini. Tapi kita tidak boleh lengah, tantangan kita masih besar, terutama soal stunting,” tegasnya.

Waris Muin mengingatkan bahwa angka stunting di Kabupaten PPU masih berada di atas target nasional. Ia menekankan perlunya penanganan yang serius, terencana, dan terkoordinasi di berbagai lini agar dampak jangka panjang stunting terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak-anak dapat ditekan secara signifikan.

“Penurunan stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi butuh sinergi semua pihak. Persagi punya peran strategis dalam edukasi gizi, penguatan layanan, hingga pendampingan keluarga,” ujarnya.

Waris Muin mengajak Persagi untuk berinovasi dalam menciptakan solusi berbasis pangan sehat, mendorong tumbuhnya UMKM pangan lokal bergizi, serta aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang dan pola makan sehat.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan kesehatan berbasis gizi, termasuk dalam bentuk pelatihan, pembaruan sistem informasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“Pemerintah akan terus hadir dan mendukung setiap upaya yang dilakukan Persagi. Kita ingin membentuk generasi emas PPU yang tidak hanya sehat, tapi juga cerdas dan berdaya saing tinggi,” imbuhnya.

Waris Muin mengajak seluruh jajaran Persagi untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, dan aktif mengambil bagian dalam menyukseskan agenda pembangunan daerah, terutama di sektor kesehatan.

“Momentum pelantikan ini harus menjadi titik awal bagi kita semua untuk melangkah lebih jauh, membangun masyarakat yang sehat secara menyeluruh dari sisi gizi dan pola hidup,” pungkasnya. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses