Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Proyek pembangunan jalan coastal road yang membentang di wilayah pesisir Kelurahan Nenang, Nipah-Nipah, hingga Sungai Paret, Kecamatan Penajam, kembali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari hasil Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2024.
Anggota Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Adjie Noval Endyar, mendesak pemerintah daerah untuk segera melanjutkan pengerjaan proyek yang tak kunjung rampung sejak dimulai tahun 2009 silam.
Noval mengingatkan bahwa proyek jalan pesisir tersebut telah menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Namun hingga kini, wujudnya belum sepenuhnya bisa dinikmati masyarakat.
“Kami mendorong Pemda PPU untuk menindaklanjuti kelanjutan pembangunan jalan itu. Kalau dibiarkan terbengkalai, anggaran besar yang sudah dikeluarkan hanya akan jadi pemborosan,” ujarnya, Kamis (05/06/2025).
Menurutnya, penyelesaian jalan sepanjang 12 kilometer tersebut bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga berpotensi mendorong roda perekonomian lokal. Akses jalan ini dinilai mampu membuka konektivitas ke kawasan pesisir yang strategis, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.
“Kami ingin pembangunan ini dilanjutkan secara bertahap. Karena kalau tidak difungsikan maksimal, maka jalan tersebut hanya akan menjadi monumen proyek gagal,” bebernya.
Meskipun proyek ini tidak tergolong super-prioritas dalam jangka pendek, namun dirinya menekankan bahwa keberadaan jalan pesisir sangat relevan dengan rencana besar pembangunan kawasan Waterfront City yang telah lama diwacanakan. Ia menyebut coastal road sebagai bagian dari infrastruktur pendukung masa depan kota pesisir yang modern dan terintegrasi.
Di sisi lain, ia menyarankan agar instansi teknis yang menangani proyek tersebut segera berkoordinasi dengan DPRD apabila mengalami kendala teknis atau administratif. Menurutnya, keterbukaan dalam menyampaikan masalah kepada legislatif bisa menjadi jalan untuk mencari solusi bersama.
“Kalau ada hambatan, sampaikan ke kami. Kami di DPRD siap membantu mencarikan jalan keluar. Yang penting proyek ini jangan terus-terusan dibiarkan mangkrak,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya strategi konkret dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali proyek tersebut. Menurutnya, jalan pesisir ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga soal menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen pembangunan daerah.
“Pemda harus memikirkan strategi, bagaimana caranya menghidupkan kembali proyek itu agar tidak terus menjadi aset tidur. Sayang kalau infrastruktur sebesar itu tidak bisa dimanfaatkan,” tutupnya. (adv/log)
















