DPRD PPU Dorong Percepatan Penyerapan Dana Rp28 Miliar untuk Pelabuhan Buluminung

Edy Suratman Yulianto

Anggota Komisi III DPRD PPU, Adjie Noval Endyar. (Ist)
Anggota Komisi III DPRD PPU, Adjie Noval Endyar. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Adjie Noval Edyar, mendorong percepatan penyerapan anggaran sebesar Rp28 miliar yang bersumber dari bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia untuk pembangunan Pelabuhan Buluminung.

Menurutnya bahwa anggaran tersebut sebenarnya sudah disiapkan sejak tahun lalu, namun gagal dimanfaatkan karena terganjal persoalan administratif.

“Tahun lalu kita sudah mendapat bantuan, tapi karena syarat-syarat administrasi belum lengkap, akhirnya tidak bisa dimanfaatkan. Sekarang kita coba lagi agar dana Rp28 miliar ini bisa digunakan,” ujarnya.

Salah satu syarat utama dari Kemenhub adalah penyediaan lahan seluas dua hektare sebagai lokasi pembangunan pelabuhan, khususnya untuk pengembangan sisi darat. Meski pemerintah daerah telah menyanggupi syarat itu, penentuan lokasi lahan hingga kini belum difinalkan. Hal ini menjadi sorotan DPRD karena berpotensi kembali menghambat proses pencairan bantuan.

“Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya. Dulu karena kurang siap, akhirnya tidak sempat diselesaikan. Sekarang prosesnya kita ulangi, dengan harapan semua persyaratan bisa segera terpenuhi,” jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa PPU itu.

Ia menekankan pentingnya keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal proses administrasi dan teknis agar dana pusat tidak kembali hangus. Ia juga menyebut bahwa penyediaan lahan seluas dua hektare seharusnya tidak menjadi hambatan berarti bagi daerah.

“Kalau soal lahan, saya rasa bisa disiapkan. Lahan seluas dua hektare yang diminta, tidak mungkin tidak kita beri. Tapi perlu dipastikan tidak mengganggu akses lainnya ke pelabuhan,” tegasnya.

Pembangunan Pelabuhan Buluminung dinilai sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan arus logistik di PPU, apalagi dengan posisinya yang dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, percepatan realisasi anggaran ini menjadi perhatian serius DPRD.

“Kita tidak ingin peluang besar seperti ini terlewat lagi. Komitmen harus dibarengi dengan eksekusi yang cepat dan tepat,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses