Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan balita, terus digencarkan di Kecamatan Penajam. Camat Penajam, Dahlan, kembali turun ke lapangan menyerahkan bantuan alat kesehatan (alkes) untuk Posyandu Cempaka 2, Kelurahan Nipah-Nipah, Selasa (10/06/2025).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya pada 8 Mei 2025. Beberapa alat kesehatan krusial seperti timbangan bayi, pengukur tinggi badan, hingga perlengkapan pemeriksaan dasar, terpaksa digunakan bergantian oleh tiga posyandu di kawasan Nipah-Nipah. Kondisi tersebut tentu berdampak pada kelancaran layanan rutin, seperti imunisasi, penimbangan, dan konsultasi kesehatan ibu dan anak.
Berangkat dari kepedulian itu, Pemerintah Kecamatan Penajam menggandeng PT. Indosino Oil and Gas melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk menyediakan alkes tambahan. Bantuan tersebut kini resmi diserahkan langsung ke pengurus Posyandu Cempaka 2 untuk digunakan melayani masyarakat setempat.
Camat Penajam, Dahlan mengungkapkan apresiasi tinggi kepada pihak perusahaan yang telah merespons cepat kebutuhan fasilitas kesehatan dasar di wilayahnya. Ia sangat berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT. Indosino Oil and Gas yang telah peduli dengan kondisi posyandu di daerah kami. Bantuan ini akan sangat bermanfaat untuk memperlancar pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita di RT sekitar,” ujarnya.
Dahlan menekankan, posyandu memiliki peran vital sebagai ujung tombak layanan kesehatan di tengah masyarakat. Menurutnya, dengan sarana yang memadai, para kader posyandu dapat bekerja lebih efektif dalam memantau tumbuh kembang anak, mengedukasi orang tua, serta mendeteksi dini potensi masalah gizi dan kesehatan.
Kunjungan dan penyerahan bantuan alkes ini disambut hangat oleh para kader Posyandu Cempaka 2 dan warga sekitar. Beberapa ibu pun tampak antusias mengikuti penjelasan cara penggunaan peralatan baru tersebut. Salah satu kader posyandu, Siti Rohani, mengaku lega karena kini timnya tidak lagi harus bergiliran menggunakan alat dengan posyandu lain.
“Alhamdulillah, jadi lebih mudah dan cepat melayani warga. Kami pun lebih semangat,” tuturnya. (adv/kmf/log)
















