Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor menjamin kebijakan efisiensi anggaran sesuai sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, memprioritaskan kebutuhan dasar bagi masyarakat di kabupaten yang akrab disapa Benuo Taka itu.
“Efisiensi anggaran tidak korbankan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Mudyat Noor di Penajam.
Kendati ada kebijakan efisiensi belanja dalam pelaksanaan anggaran pendapatan belanja negara (APBN), serta anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) pada tahun ini, tidak bakal menyentuh kesehatan dan pendidikan.
Urusan wajib, pendidikan, kesehatan, air bersih dan bersifat pelayanan publik, jelas dia, dipastikan tidak tersentuh kebijakan efisiensi anggaran.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga harus menata wilayah agar dapat menyeimbangkan pembangunan dengan Kota Nusantara, ibu kota Indonesia yang berlokasi di sebagai wilayah kabupaten itu, yakni di Kecamatan Sepaku.
“Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) harus diselaraskan dengan Kota Nusantara, agar bisa seimbangkan pembanguan,” katanya.
Semua itu menjadi perhatian khusus untuk menjalankan program dasar, lanjut dia, setelah meyakini kebutuhan dasar tidak tersentuh kebijakan efisiensi dilanjutkan prioritas lainnya termasuk infrastruktur konektivitas Kota Nusantara.
“,Kami targetkan penyesuaian terhadap kebijakan efesiensi anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat segera diselesaikan,” tambah Mudyat Noor.
Pengurangan anggaran diberlakukan pada perjalanan dinas, kegiatan seremonial dan belanja alat tulis kantor dengan mendorong digitalisasi dokumen, dengan Inpres bakal memperketat pengelolaan anggaran. (log)
















