Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan kesiapan penuh armada, peralatan, dan personel dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Kabupaten PPU, Sukadi Kuncoro, menyebut curah hujan yang mulai meningkat menjadi keuntungan tersendiri dalam menjaga ketersediaan sumber air.
“Sekarang ini sudah musim penghujan. Walaupun BMKG memprediksi masih kemarau basah, hujan terus turun dan sumber air tercukupi. Kalau kemarau itu yang kami khawatirkan sumber air, tapi alhamdulillah, hasil pantauan kami aman,” ujarnya.
Meski curah hujan tinggi, BPBD tetap menaruh perhatian khusus pada kawasan rawan karhutla, terutama di Giripurwa yang memiliki sekitar 50 hektare lahan gambut.
“Daerah lain seperti Nenang dan Babulu relatif lebih aman karena lahan gambutnya sudah banyak ditanami kelapa sawit dan dikelola masyarakat,” jelas Kuncoro.
Kesiapsiagaan tersebut telah dikoordinasikan bersama berbagai pihak, termasuk perusahaan pemegang izin HPH dan pengelola perkebunan. BPBD juga telah menggelar apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi untuk memastikan seluruh perlengkapan dan personel siap dikerahkan kapan pun diperlukan.
“Peralatan siap, armada siap, semuanya siap,” tegasnya.
Kuncoro mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kebakaran lahan meskipun musim penghujan sedang berlangsung, sekaligus menjaga keamanan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam di PPU.
“Membakar hutan itu ada pasal dan undang-undangnya, ada tindak pidana. Jangan sampai terkena sanksi hukum,” tegasnya. (log)
















