Amuntai, helloborneo.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi bertajuk “Bersama Kita Cegah Perkawinan Anak (Cepak)” di Aula TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program TP PKK Provinsi Kalsel yang dilaksanakan di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalsel serta TP PKK Kabupaten HSU.
Ketua Pokja I TP PKK Provinsi Kalsel, Nadzifah, menegaskan bahwa persoalan perkawinan anak merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi lintas sektor.
“Perkawinan anak bukan hanya urusan keluarga semata, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa dalam menyiapkan generasi yang berkualitas, sehat, dan cerdas. Pencegahan perkawinan anak harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari keluarga,” ujar Nadzifah.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua, guru, tokoh agama, dan masyarakat dalam memberikan pemahaman serta pendampingan kepada anak-anak agar siap menghadapi masa depan tanpa terjebak dalam pernikahan dini.
“Melalui jaringan PKK hingga ke tingkat desa dan kelurahan, kita dapat menyebarluaskan informasi tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan anak. Saya berharap kegiatan ini menumbuhkan komitmen yang kuat di semua kabupaten/kota untuk terus memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten HSU, Murniati Sahrujani, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran TP PKK Provinsi Kalsel di Kabupaten HSU dalam rangka pembinaan dan sosialisasi program Cepak.
“Atas nama TP PKK HSU, saya mengucapkan selamat datang kepada Bidang I TP PKK Provinsi Kalsel yang telah berkenan hadir dan melaksanakan pembinaan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Semoga kegiatan ini memberi manfaat dan membawa berkah bagi kita semua,” ujar dia.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK serta masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam mencegah perkawinan anak.
“Mari kita bergandengan tangan, saling menguatkan, dan terus berikhtiar agar anak-anak HSU tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” tutup Murniati.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan, Rosda, yang memaparkan kebijakan dan strategi pencegahan perkawinan anak di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. (ip/log)
















