Pemkab PPU Perkuat Peran Perumda untuk Tingkatkan Ketahanan Fiskal Daerah

Edy Suratman Yulianto

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Ist)
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai merumuskan strategi baru guna memperkuat ketahanan fiskal daerah. Salah satu langkah utama yang kini mendapat perhatian serius adalah penguatan peran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) sebagai motor penggerak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah ini muncul menyusul indikasi potensi penurunan Transfer Kas ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat pada tahun anggaran mendatang. Kondisi tersebut menuntut Pemkab PPU lebih cermat dalam mengelola anggaran dan mencari sumber pendapatan baru yang lebih mandiri.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa situasi ini bukan sekadar tantangan, melainkan momentum untuk mempercepat transformasi kemandirian fiskal. Menurutnya, daerah tidak bisa terus bergantung pada transfer pusat yang bersifat fluktuatif.

“Kami menginstruksi Perumda mampu membantu peningkatan PAD di tengah keadaan daerah sekarang yang mana TKD berkurang,” tegasnya.

Ia menilai Perumda memiliki potensi besar untuk menjadi pilar ekonomi daerah jika dikelola dengan lebih produktif. Saat ini, kontribusi perusahaan daerah terhadap PAD belum optimal, sehingga masih banyak peluang yang bisa digarap. Mudyat meminta manajemen Perumda melakukan evaluasi menyeluruh untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Pemerintah daerah juga menyiapkan ruang kolaborasi lebih luas antara Perumda dan sektor swasta. Pelibatan perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten PPU dinilai sebagai strategi penting untuk membuka peluang investasi baru dan memperkuat ekonomi lokal.

Langkah ini akan diwujudkan melalui pertemuan resmi antara Pemkab, Perumda, dan pelaku usaha strategis. Pertemuan dirancang agar kolaborasi berjalan terarah dan menghasilkan program yang bernilai ekonomi tinggi bagi daerah.

“Dengan kondisi seperti ini, kita harus mengaktifkan Perumda dengan cara menggiatkan usaha yang menghasilkan PAD sebesar-besarnya,” kata Mudyat.

Selain itu, Pemkab PPU tengah menyusun program lintas-perangkat daerah yang fokus membangun kemandirian keuangan. Upaya ini dilihat sebagai investasi jangka panjang demi stabilitas fiskal, sekaligus memperkuat kemampuan daerah menghadapi fluktuasi dana pusat.

“Harapan kami, Perumda memberikan kontribusi yang lebih besar bagi PAD, sehingga PPU dapat berdiri lebih mandiri secara finansial,” pungkas Mudyat. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses