Kenapa Setiap Malam Pagar Taman Roseline Tertutup?

Suherman

 

Anak-anak saat bermain di Taman Roseline Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman - Hello Borneo)

Anak-anak saat bermain di Taman Roseline Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kenapa setiap malam pagar Taman Roseline selalu tertutup?, kata warga perumahan Alam Permai Blok2 Kelurahan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Nasir karena tidak bisa bersantai bersama keluarga di taman pada malam hari.

“Masyarakat Penajam Paser Utara butuh butuh tempat bersantai, seperti taman kota. Tapi kenapa Taman Rosline yang kita miliki, pagarnya tiap malam selalu di tutup?, padahal ini adalah fasilitas umum,” kata Nasir, di Penajam, Senin.

Ia menyatakan, ketika ingin bersantai di taman kota pada malam hari bersama keluarga, dirinya harus menyeberang ke Balikpapan dan mengeluarkan biaya yang cukup besar, karena pada malam hari Taman Roseline ditutup sehingga tidak dapat bersantai bersama keluarga di taman tersebut.

“Saya bersama keluarga sering ke Balikpapan ketika ingin bersantai di taman pada malam hari. Perjalanan pergi-pulang ke Balikpapan kami mengeluarkan uang di atas tiga ratus ribu, untuk sewa “speedboat” dan angkot menuju taman,” jelas Nasir.

Menurutnya, setiap akhir pekan, banyak warga Penajam Paser Utara yang menyeberang ke Balikpapan bersama keluarga hanya untuk sekedar jalan-jalan, seperti ke taman Bekapai atau di lapangan merdeka Balikpapan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia, harus menyediakan dan mengelola tempat untuk bersantai masyarakat Penajam Paser Utara, terutama taman kota yang dibutuhkan masyarakat.

“Taman kota dikelola dengan baik, selain masyarakat bisa bersantai, juga ada pendapatan masuk ke pemerintah, seperti retribusi parkir atau ada tempat kuliner sehingga pemerintah bisa menarik retribusi dari pedagang itu,” kata Nasir.

Warga Perumahan Korpri kilometer 9, Husen, menambakan di Kecamatan Penajam, saat ini banyak sekali komunitas, yang membutuhkan tempat untuk menyalurkan hobi mereka, seperti di taman apalagi sudah dilengkapi fasilitas yang memadai.

“Komunitas motor, komunitas malam puisi, komunitas sanggar tari dan komunitas musik serta teater ada di Penajam, mereka butuh tempat nongkrong untuk menyalurkan hobinya, apalagi sudah ada “Wi-Fi” atau jaringan internet di tempat itu,” ujarnya.

Taman Roline seharusnya dibuka 24 jam, lanjut Husen, seperti di kota-kota lainya. Namun menjelang sore hari pagar Taman Roseline sudah ditutup, padahal sudah ada lampu di dalam taman tersebut, sehingga warga tidak bisa bersantai di taman pada malam hari.

“Menjelang sore Taman Roseline sudah ditutup, warga hanya bisa melihat germerlap lampu, karena kanan kiri taman dibatasi dengan pagar, sepertinya hanya taman di Penajam yang ditutup kalau malam,” katanya.

​Pemerintah Penajam Paser Utara, tambah Husen, bisa belajar terkait pengelolaan taman, seperti pengelolaan taman Bekapai di Balikpapan, taman Losari, di Makkasar atau taman Bungkul di Surabaya serta taman Simpang Lima, di Semarang. Semua taman tersebut dikelola dengan baik dan masyarakat selalu ingin berkunjung ke taman tersebut. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.