2.127 Warga Penajam Terima Bantuan PKH

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Sebanyak 2.127 warga Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan total dana sekisar Rp7,2 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2016.

Kasi Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kabupaten Penajam Paser Utara, Mirsal Damanik saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Jumat mengatakan, dana bantuan sosial sekisar Rp7,2 miliar tersebut disalurkan secara bertahap dengan proses pencairan setiap tiga bulan sekali.

“Pencairan dilakukan empat kali atau empat triwulan, triwulan pertama sudah disalurkan berkisar Rp1,8 miliar pada April 2016, yang diambil langsung di Kantor Pos setempat oleh masing-masing warga penerima bantuan PKH,” ujarnya.

Penerima bantuan sosial tersebut, sebelumnya telah diverifikasi oleh pendamping yang telah diseleksi oleh Kementerian Sosial, kemudian warga yang layak menerima bantuan PKH diberi Kartu Indonesia Sehat.

Disosnaker Kabupaten Penajam Paser Utara, juga menjalin kerja sama dengan sejumlah SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait data maupun kelayakan penerima penyaluran PKH tersebut.

“Data dari pusat sebanyak 2.888 warga Penajam Paser Utara yang berhak menerima bantuan PKH, tapi setelah diverifikasi kembali hanya 2.127 warga yang berhak menerima PKH itu dan diberi Kartu Indonesia Sehat,” ungkap Mirsal Damanik.

“Warga yang akan mengambil dana bantuan PKH di Kantor Pos harus memiliki Kartu Indonesia Sehat, apabila tidak ada kartu warga tidak bisa mengambil dana bantuan itu,” katanya.

Menurut Mirsal Damanik, penerima bantuan pada program penyaluran PKH tersebut, yakni di Kecamatan Penajam sebanyak 800 warga di 23 desa/kelurahan dan 273 warga di empat desa/kelurahan di Kecamatan Waru.
Penerima penyaluran bantuan PKH lainnnya, di Kecamatan Babulu sebanyak 564 warga di 12 desa/kelurahan, serta 490 warga di 15 desa/kelurahan di Kecamatan Sepaku.

Para penerima bantuan yang masuk kategori rumah tangga sangat miskin itu lanjut Mirsal Damanik, ditujukan kepada ibu hamil dan balita serta anak sekolah.

“Bantuan yang diberikan kepada ibu hamil dan balita Rp1,2 juta, bagi anak sekolah tingkat SD Rp450 ribu dan Rp750 ribu tingkat SMP serta Rp1 juta untuk tingkat SMA,” tambahnya. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.