BPBD Penajam Siagakan 114 Personel Antisipasi Bencana

AH Ari B

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar sidak ke BPBD mengecek perlengkapan dan kesiapan mobil pemadam kebakaran atau damkar, termasuk kesiapan personil pemadam kebakaran (Subur Periono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar sidak mengecek perlengkapan dan kesiapan mobil pemadam kebakaran, termasuk kesiapan personil. (Subur Periono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyiagakan 114 personel mulai tujuh hari sebelum sampai tujuh hari setelah Idul Fitri 2016.

Sekretris BPBD Kabupate Penajam Paser Utara, Yahya saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat mengatakan ke-114 personel itu untuk mengantisipasi bencana menjelang dan selama libur lebaran.

Selain menyiagakan 114 personel,  BPBD juga menyiagakan 11 unit mobil pemadam kebakaran selama 24 jam di empat kecamatan untuk mengamankan Kabupaten Penajam Paser Utara dari potensi kebakaran.

“Ke-11 armada pemadam kebakaran sebagai antisipasi melakukan gerak cepat memperkecil dampak-dampak yang ditimbulkan dari bencana kebakaran,” ujar Yahya.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara juga melakukan patroli di wilayah perkotaan dan perdesaan untuk meminimalkan terjadinya bencana kebakaran.

Personel yang disiagakan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut, terdiri dari tim pemadam kebakaran, tim pencari dan penyelamatan atau SAR serta tim penyelamat (rescue).

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Yahya, juga meminta kepada perusahaan yang beroperasi di daerah itu dan memiliki armada pemadam kebakaran untuk berjaga di wilayah masing-masing.

Potensi terjadinya bencana kebakaran menjelang lebaran cukup tinggi mengingat aktivitas rumah tangga yang menggunakan peralatan elektronik dan kompor semakin meningkat.

Aktivitas rumah tangga yang berisiko menimbulkan kebakaran itu, tambah Yahya, seperti lalai ketika memasak atau makanan lebaran.

“Kemarau panjang juga masih terus terjadi di wilayah Penajam Paser Utara, sehingga potensi kebakaran juga tinggi,” katanya. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.