Penajam Tingkatkan Jalan Menuju Pelabuhan Benuo Taka

AH Ari B

Kepala Dihubbudpar Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara, Ady Irawan (Suherman - Hello Borneo)

Kepala Dihubbudpar Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara, Ady Irawan (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melakukan peningkatan jalan yang digunakan perusahaan untuk mengangkut minyak kepala sawit atau CPO (crude palm oil) menuju Pelabuhan Benuo Taka di Kawasan Industri Buluminung.

“Jalan yang digunakan perusahaan untuk mengangkut CPO di belakang SMA Negeri 1, kami ditutup sementara karena ada perbaikan,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informatika Kabupaten Penajam Paser Utara, Ady Irawan ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Penutupan jalan untuk perusahaan mengangkut minyak kelapa sawit itu lanjut dia, karena ada peningkatan jalan, yakni pengerasan jalan yang awalnya berstruktur tanah.

Ady Irawan menjelaskan selama proses peningkatan jalan berlangsung akan dilakukan rakayasa lalu lintas bekerja sama dengan Satlantas Polres Penajam Paser Utara.

“Rekayasa lalu lintas itu dilakukan untuk menghindari kemacetan selama proses pengerasan jalan CPO itu berlangsung,” jelasnya.

Penutupan jalan khusus untuk mengangkut minyak kelapa sawit tersebut dipekirakan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan atau sampai Oktober 2016.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan tiga alternatif jalan selama proses perbaikan jalan CPO itu.
Jalan alternatif tersebut yakni jalan AMD, jalan Ar Rahman dan jalan wilayah PT Kebun Mandiri Sejahtera (KMS) di kilometer 10 Buluminung, Kecamatan Penajam.

Dari ketiga jalan alternatif itu Ady Irawan lebih menyarankan menggunakan jalan PT KMS karena dampak sosial yang ditimbulkan terhadap masyarakat relatif lebih kecil.
Untuk mempercepat pengerjaan jalan CPO di belakang SMA Negeri 1 Penajam tersebut menurut dia, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap ada dukungan dari perusahaan.

“Perusahaan diharapkan memberikan bantuan dana melalui “corporate social responsibility” atau CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) untuk pengadaan material pengerasan jalan CPO itu,” ujar Ady Irawan. (adv/bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.