Penajam Bentuk Kampung KB Setiap Kecamatan

Bagus Purwa

 

Penajam, helloborneo.comDinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berencana membentuk Kampung Keluarga Berencana di setiap kecamatan pada Mei 2017.

“Kami utamakan desa/kelurahan yang minim kepesertaan KB untuk pembentukan Kampung KB,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Pergerakan DPPPA-PPKB Kabupaten Penajam Paser Utara Mu`allimin, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.

Rencana pembentukan dan pencanangan Kampung KB tersebut dilaksanakan pada tanggal 10, 17, 22 dan 24 Mei 2017.

Pada 10 Mei, Kampung Nelayan di Desa Api-Api, Kecamatan Waru, akan menjadi yang pertama dicanangkan sebagai Kampung KB, menyusul pencanangan Kampung KB di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, sepekan berikutnya.

Selanjutnya, pada 22 Mei juga dilakukan pencanangan Kampung KB di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, dan di Kelurahan Pejala, Kecamatan Penajam, pada 24 Mei.

“Untuk di Kecamatan Penajam ada dua Kampung KB yang sebelumnya sudah dibentuk di Kampung Kayu Api, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, sebagai percontohan,” jelas Mu`allimin.

Ia menambahkan pembentukan dan pencanangan Kampung KB tersebut bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat, melalui kegiatan KB manunggal dengan kesehatan.

Menurut Mu`allimin, kader pembantu pelaksana pelayanan keluarga berencana di wilayah Penajam Paser Utara belum memiliki pengetahuan yang memadai, sehingga kegiatan KB akan didukung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kalimantan Timur.

“Kami juga akan memperkuat kembali kerja sama dengan penyuluh KB yang tersebar di 54 desa/kelurahan,” ujarnya.

Mu`allimin menyatakan kader KB di wilayah Penajam Paser Utara harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat menyangkut kemandirian, sehingga masyarakat menjadi mandiri terhadap pelayanan KB.

“Selama ini terkesan masih mengharapkan bantuan pemerintah, sehingga nantinya ada iuran untuk pembiayaan KB secara mandiri di setiap desa atau kecamatan,” ucapnya.

Sedangkan untuk pembinaan kader KB dilakukan oleh penyuluh keluarga berencana melalui pertemuan kader di setiap Posyandu.

“Pembinaan kader KB berintegrasi dengan pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan sumber daya manusia,” tambah Mu’allimin. (Adv-KominfoPPU/bp/*mrs)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.