PDAM Penajam masih Bergantung Subsidi Pemerintah Kabupaten

AH Ari B

 

Kepala Bidang Teknik PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara, Aminuddin menunjkan mesin yang rusak (AH Ari B – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.comPerusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, belum sepenuhnya mandiri karena hingga saat ini masih bergantung pada subsidi pemerintah kabupaten untuk memenuhi segala kebutuhan.

“Sampai saat ini PDAM belum mendapatkan keuntungan, sebab jumlah pelanggan sedikit,” kata Direktur PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara Taufik, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin.

Sejak dilimpahkan dari Kabupaten Paser pada 2002, dan hingga 2017 cakupan layanan PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara baru sekitar 18 persen dari wilayah administrasi.

Sehingga PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara belum bisa sepenuhnya mandiri, dan untuk memenuhi kebutuhan masih bergantung kucuran dana dari APBD pemerintah kabupaten.

Taufik membenarkan sampai saat ini, PDAM masih bergantung pada suntikan dana atau subsidi dari dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara menurut ia, sampai saat ini baru mencapai 5.400 orang, yang mayoritas berada di Kecamatan Penajam.

Dengan keterbatasan jumlah pelanggan tersebut Taufik mengaku, PDAM belum bisa mendapatkan keuntungan, bahkan terus merugi setiap bulannya karena biaya opresional terus meningkat.

“Kami belum bisa memetik laba, karena jumlah pelanggan masih sedikit. Bahkan rugi karena mengeluarkan dana talangan,” jelas Taufik tanpa menyebutkan kerugian yang dialami PDAM setiap bulannya tersebut.

Untuk bisa meningkatkan cakupan layanan PDAM lanjut dia, instansinya masih terkendala belum meratanya sarana prasarana penunjang di wilayah Penajam Paser Utara.

“Sarana prasarana itu seperti listrik, di mana WTP (water treatment plan) di masing-masing kecamatan belum mendapatkan aliran listrik dari PLN.” ungkap Taufik.

PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara berencana meningkatkan cakupan layanan dengan menambah 1.000 pelanggan baru, dan menginventarisasi jumlah sungai untuk dijadikan sumber air baku yang ketersediaannya cukup terbatas. (bp/*ara)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.