Desain Jembatan Penajam-Balikpapan Mengalami Perubahan

AH Ari B

 

Maket lama jembatan teluk penghubung dari Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara ke Melawai, Kota Balikpapan yang akan mengalami perubahan (dok – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Tohar mengungkapkan bahwa desain jembatan penghubung antara Kabupaten Penajam Paser Utara-Kota Balikpapan di atas Teluk Balikpapan di Kalimantan Timur, mengalami perubahan dari rencana awal.

“Rapat dengan PT Waskita Karya bersama anggota DPRD yang digelar pada pekan keempat Juni 2017, dijelaskan ada perubahan desain jembatan penghubung Penajam-Balikpapan,” kata Tohar ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Hasil pemaparan PT Waskita Karya memberikan gambaran perubahan aspek teknis dan bisnis berkaitan dengan pembiayaan jembatan tol penghubung dari titik Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara, menuju Melawai, Kota Balikpapan.

“Awalnya desain jembatan Penajam-Balikpapan hanya direncanakan satu pintu, tapi berkembang menjadi dua pintu sehingga menambah anggaran pembangunan,” jelas Tohar.

Dengan perubahan desain tersebut, lanjut Tohar, biaya pembangunan jembatan penghubung di atas Teluk Balikpapan diestimasikan menjadi hampir mendekati angka Rp7 triliun.

“Awalnya pembiayaan pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan Rp5,6 triliun, tapi ada perubahan desain menjadi hampir Rp7 triliun,” ungkapnya.

Tohar menyatakan, konsorsium pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara-Kota Balikpapan tersebut perlu membahas ulang perubahan desain jembatan penghubung tersebut.

“Sekarang hampir seluruh daerah di Kalimantan Timur mengalami kesulitan anggaran, termasuk Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Pembiayaan modal awal konsorsium pembangunan jembatan penghubung Penajam-Balikpapan di atas Teluk Balikpapan tersebut sesuai kesepakatan, yakni 60 persen dari PT Waskita Karya, 20 persen Pemprov Kaltim, 15 persen Pemkab Penajam Paser Utara dan 5 persen Pemkot Balikpapan.

Sementara proses pembuatan izin kajian analisa mengenai dampak lingkungan dan perencanaan teknis atau DED (detail engineering design) dari proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan akhir Juni 2017 sudah rampung, setelah itu baru meminta izin pemanfaatan ruang dari Gubernur Kalimantan Timur.

Jika amdal, DED dan izin pemanfaatan ruang tersebut terpenuhi, maka PT Waskita Karya akan mengajukan pembangunan jembatan sepanjang 6,1 kilometer dengan lebar 33 meter itu ke Badan Pengatur Jalan Tol untuk dianalisa sebelum melakukan lelang. (adv-HumasPPU/bp/*ara)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.