Penajam Targetkan 45 Ribu Vaksinasi Campak-Rubella

Bagus Purwa

Pemberian Vaksin MR DI Penajam.

Penajam, helloborneo.com – Sedikitnya 45.000 anak dengan rentang usia 0 sampai 15 tahun di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ditargetkan mendapat suntikan vaksinasi campak-rubella (Measles-Rubella/MR) pada imunisasi massal yang dilaksanakan mulai Agustus hingga September 2018, kata Kepala Dinas Kesehatan setempat Arnlod Wayong.

“Baru tiga hari dilakukan vaksinasi campak-rubella sudah mencapai 16 persen dari total 45.000 anak yang akan divaksin,” ungkap Arnold Wayong ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Selasa.

Menurut dia, vaksinasi campak-rubella diupayakan dapat mencapai 95 persen sampai akhir September 2018 dari total target sebanyak 45.000 anak melalui program imunisasi campak-rubella yang diluncurkan oleh pemerintah pusat.

“Vaksinasi campak-rubella bila dilakukan secara mandiri di rumah sakit atau di dokter praktek biayanya mencapai Rp500.000, tapi dengan program pemerintah pusat ini diberikan secara gratis atau tanpa dipungut biaya,” jelas Arnold Wayong.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara mulai melakukan pemberian imunisasi campak-rubella di sekolah-sekolah yang tersebar di empat kecamatan, kendati terjadi polemik terkait belum adanya sertfikat halal dari Majelis Ulama Indonesia terhadap vaksin campak-rubella tersebut.

Sampai saat ini lanjut Arnold Wayong, instansinya belum mendapat surat resmi dari Kementerian Kesehatan untuk menghentikan sementara pemberian imunisasi campak-rubella itu.

“Jadi kami tetap melaksanakan vaksinasi campak-rubella di sekolah-sekolah kendati terjadi polemik terkait label halal pada vaksin,” ujarnya.

Namun Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, tidak memaksakan orang tua yang menolak anaknya divaksin campak-rubella dengan alasan belum ada sertfikat halal dari Majelis Ulama Indonesia pada vaksin tersebut.

“Kami akan lakukan pendekatan dan pemahaman kembali setelah sertifikat halal terhadap vaksin campak-rubella diterbitkan Majelis Ulama Indonesia, agar anak yang belum diimunisasi campak-rubella mau untuk divaksin,” tambah Arnold Wayong.

Ia menegaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara akan melakukan pengecekan kembali pada September 2018 agar anak-anak yang belum divaksin bisa mendapatkan vaksinasi campak-rubella.

Imunisasi Measles-Rubella/MR tersebut untuk mencegah penyakit campak jerman, karena anak yang terkena campak akan mengalami risiko gangguan kesehatan hingga kerusakan otak sedangkan pada ibu hamil bisa menyebabkan bayi yang dikandungnya mengalami resiko mendapatkan kelainan seperti terkena katarak, tuli hingga kebocoran klep jantung. (bp/hb)

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.