Polres Penajam Dalami Kebakaran Lahan Gambut

Ari B

Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar.

Penajam, helloborneo.com – Kepolisian Resor Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hingga Rabu, masih terus mendalami kasus kebakaran lahan gambut seluas puluhan hektare di daerah itu.

“Polisi telah memeriksa dua orang saksi terkait kebakaran lahan gambut itu,” kata Kapolres Penajam Paser Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Sabil Umar ketika ditemui helloborneo.com di Penajam.

Kendati identitas masih dirahasiakan, menurut dia, salah satu pekerja diduga sebagai oknum membuang puntung rokok yang masih menyala di lokasi kebakaran lahan gambut tersebut.

“Kami masih dalami mencari penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan puluhan hektare lahan gambut di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam itu,” ujar Sabil Umar.

Dugaan sementara lanjut ia, pemicu kebakaran tersebut karena puntung rokok yang masih dalam keadaan menyala dibuang di lokasi kebakaran lahan gambut tersebut.

Kebakaran lahan gambut di RT 11 dan 19 Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam itu terjadi mulai Minggu (23/9) hingga Senin (24/9).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara memperkirakan lahan gambut yang terbakar mencapai lebih kurang 31 hektare.

Tercatat kebakaran lahan gambut di Kelurahan Petung tersebut, merupakan kasus kebakaran hutan dan lahan ke-42 yang terjadi di wilayah Penajam Paser Utara sepanjang 2018.

Dari pantuan di lapangan, hingga saat ini petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan penyemprotan di lokasi kebakaran lahan gambut tersebut untuk menghilangkan asap dan potensi muncul kembali titik api baru.

Kepolisian Penajam Paser Utara masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebakaran lahan gambut yang terjadi di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam itu.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara diimbau tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara dibakar pada musim kemarau, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala disembarang tempat. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.