Pasutri di Loktuan Tertangkap Miliki Sabu Senilai Rp 45 Juta

Arsyad Mustar

Kapolsek Bontang Utara, Iptu Eko Wahyono menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari pelaku (Hello Borneo – Arsyad)

Bontang, helloborneo – Lagi dan lagi, sepasang suami istri (pasutri) bernama HR (36) dan NR (32) diringkus jajaran Polsek Bontang Utara, Kalimantan Timur. Keduanya diamankan lantaran ketahuan telah berjualan narkotika jenis sabu.

Sejoli tersebut diamankan Unit Reskrim Polsek Bontang Utara dan Intelkam, di kediamannya, Jalan RE Martadinata, RT 26 Kelurahan Loktuan, Rabu (24/10/2018), sekira pukul 23.30 Wita.

Kapolsek Bontang Utara, Iptu Eko Wahyono menerangkan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari laporan yang diterima anggotanya, jika di wilayah tersebut sedang terjadi transaksu narkotika jenis sabu.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku serta barang bukti sabu sebanyak 56,7 gram. Jika barang haram tersebut dirupiahkan, yakni mencapai hingga Rp 45 juta.

“Saat digeledah, barang bukti ditemukan dan dibungkus dengan plastik. Tersangka menaruhnya di kolong rumah,” kata pria yang belum lama ini usai dilantik jadi Kapolsek Bontang Utara.

Sabu yang berhasil diamankan petugas dikemas dalam 3 poket kecil, dan 3 poket besar. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa uang tunai senilai Rp 200 ribu, diduga hasil penjualan sabu tersangka.

“Mengenai asal barang bukti, saat ini masih dikembangkan. Yang jelas tersangka dan barang bukti diamankan dulu,” terangnya.

Kini, HR dan NR sudah diamankan di Polsek Bontang Utara untuk proses lebih lanjut. Atas perbuatannya, keduanya pun diduga melanggar pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 Undang-Undang Narkotika.

Sementara itu, diketahui keseharian HR merupakan sebagai buruh harian lepas. Sedangkan istrinya hanya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). HR dan istrinya berjualan sabu hampir setahun lamanya. Parahnya lagi, pasutri ini ternyata memiliki 4 orang anak. 2 orang berada di Sulawesi, dan 2 orang di Bontang. (am/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.