Penajam Tidak Batasi Peserta BPJS Kesehatan APBD

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tidak membatasi jumlah penduduk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan melalui program PBI (penerima bantuan iuran) yang dibiayai APBD kabupaten setempat.

Sekretaris Kabupaten PPU, Tohar.

“Tidak ada batasan jumlah masyarakat yang ditanggung pembayaran iuran kepesertaan BPJS Kesehatan melalui program PBI, seluruh penduduk boleh mendaftar dengan pelayanan kelas tiga,” tegas Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Pendataan dan verifikasi PBI kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut dilakukan berdasarkan NIK (nomor induk kependudukan).

Warga yang ingin bergabung menjadi peserta BPJS melalui program PBI ABPD tegas Tohar lagi, harus menunjukan NIK atau memilik kartu tanda penduduk (KTP) elektronik Kabupaten Penajam Paser Utara.

Hingga pekan kedua Februari 2019 warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang tercatat sebagai PBI kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD mencapai 39.152 orang.

“Jumlah PBI kepesertaan BPJS Kesehatan APBD terus bertambah,” ungkap Tohar.

Pendataan dan verifikasi PBI kepesertaan BPJS Kesehatan dari APBD tersebut dilakukan Dinas Sosial dengan melibatkan kelurahan dan desa di wilayah Penajam Paser Utara.

Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara pada awal Februari 2019 telah mendaftarkan sekitar 26.759 warga menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui program PBI APBD.

Anggaran yang dialokasikan pada APBD 2019 untuk pembayaran iuran kepesertaan BPJS Kesehatan untuk penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut lebih kurang Rp20,3 miliar. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.