Wagub Kaltim Berharap Kereta Api Borneo Dapat Dikembangkan

Ari B

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi Saat Berkunjung ke Kantor Bupati PPU.

Penajam, helloborneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi berharap investor dapat mengembangkan proyek Kereta Api Borneo ke sektor angkutan hasil perkebunan dan penumpang, bukan saja mengangkut hasil pertambangan batu bara.

Proyek Kereta Api Borneo merupakan salah satu proyek strategis nasional di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, dengan jalur atau rel sepanjang 203 kilometer mulai dari Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan.

Peresmian proyek pembangunan rel Kereta Api Borneo di wilayah Kalimantan Timur tersebut dilakukan Presiden Joko Widodo pada 19 November 2015.

Proyek kereta api dikerjakan oleh PT Kereta Api Borneo anak perusahaan Russian Railways itu khusus untuk memuat hasil pertambangan batu bara.

Wagub Hadi Mulyadi saat melakukan pembahasan perkembangan pembangunan Kereta Api Borneo di Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (26/6) menegaskan, investor perlu diyakinkan terkait peluang hasil perkebunan dan penumpang.

Kalimantan Timur lanjut Wagub, sebagai salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah masih kesulitan sarana prasarana transportasi.

“Di wilayah Kalimantan Timur masih kesulitan menyangkut transportasi untuk angkutan hasil perkebunan maupun penumpang,” jelas Hadi Mulyadi.

Wagub Berharap dengan adanya Kereta Api Borneo perekonomian masyarakat di Kalimantan Timur dapat meningkat lebih baik dan sejahtera.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, keberadaan Kawasan Industri Kariangau Kota Balikpapan dan Kawasan Industri Buluminung Kabupaten Penajam Paser Utara menarik minat perusahaan Rusia tersebut menanamkan investasi.

Russian Railways melalui anak perusahaannya PT Kereta Api Borneo menanamkan modal usaha sekitar 250 juta Dollar Amerika atau setara lebih kurang Rp3,5 triliun untuk pengembangan kedua kawasan industri di wilayah Kalimantan Timur tersebut.

Selain akan menggarap proyek kereta api, PT Kereta Api Borneo juga akan membangun pelabuhan untuk terminal batu bara, serta berencana membangun sejumlah pabrik di Kawasan Industri Kariangau dan Kawasan Industri Buluminung. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses