Pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan Masuki Pembebasan Lahan Trase

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Rencana pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memasuki tahap pembebasan lahan sumbu jalan untuk ruas jembatan (trase).

“Proses pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan kini masuk tahap pembebasan lahan,” ungkap Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang ketika ditemui helloborneo.com, Rabu.

Pembebasan lahan yang terkena proyek jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut dilakukan dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara dan juga sisi Kota Balikpapan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Nicko Herlambang, telah memberikan sosialisasi kepada warga pemilik lahan di wilayah Penajam Paser Utara menyangkut pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan tersebut.

“Data warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang lahannya terkena proyek jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan itu, sementara baru terkumpul sekitar 90 orang,” ujarnya.

Nicko Herlambang berharap pembuatan peta bidang dapat dirampungkan dalam waktu dua bulan, sehingga proses pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan dapat berjalan maksimal.

Badan Pertanahan Nasional atau BPN Kabupaten Penajam Paser Utara membentuk dua tim satuan tugas (satgas) untuk melakukan pembebasan lahan sumbu jalan untuk ruas jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan, dari sisi wilayah Penajam Paser Utara tersebut.

“Kami persiapkan dua tim satgas untuk memproses pembebasan lahan yang masuk dalam proyek jembatan tol penghubung itu,” jelas Kepala BPN Kabupaten Penajam Paser Utara, Rachmad ketika dihubungi terpisah.

“Tim satgas bertugas melakukan pengukuran dan pematokan tanah, serta menghitung nilai ganti rugi para pemilik lahan,” katanya.

Luas lahan sementara yang dipersiapkan untuk jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai empat sampai enam hektare di wilayah Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.

Agar proses pengukuran dan pematokan lahan untuk proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut berjalan lancar tambah Rachmad, diharapkan partisipasi dan dukungan masyarakat. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.