Pendataan Calon Pelanggan Sambungan Gas Penajam Masih Minim

Ari B

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU Ahmad Usman Bersama Perwakilan PT Sena.

Penajam, helloborneo.com – Pendataan calon pelanggan sambungan aliran gas bumi rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih minim, dari kuota 4.000 sambungan gas rumah yang akan dipasang pada 2020 hingga kini baru terdata 41 persen.

Admin Proyek PT Sena, Marjuki saat ditemui helloborneo.com, Kamis menjelaskan, persyaratan warga yang ingin mendaftar menjadi calon pelanggan sambungan gas rumah tangga salah satunya melampirkan rekening listrik.

“Banyak calon pelanggan sambungan gas rumah terkendala rekening listrik karena menggunakan sistem token, dan saat disurvei tidak berada di rumah,” jelasnya.

Melampirkan rekening listrik tersebut menurut Marjuki, menyangkut dengan tarif pemakaian per meter kubik yang akan disesuaikan, namun tidak sedikit warga terganjal di laporan rekening listrik tersebut.

Dari hasil pendataan rapat evaluasi pendataan sambungan aliran gas bumi rumah tangga yang akan dipasang pada 2020, baru terdata kurang lebih 1.600 sambungan rumah, padahal waktu survei dibatasi sampai 23 Agustus 2019.

Lurah Nipah-Nipah Edowar juga mengaku terjadi kendala pendataan di lapangan, sebab beberapa masyarakat masih sulit dihubungi dan dimintai data identitas.

“Dari 160 warga Nipah-Nipah yang didaftarkan sebagai calon pelanggan sambungan gas rumah, baru sekitar 80 orang yang mengembalikan berkas ke Kantor Kelurahan,” ungkapnya.

Sementara Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman menyatakan, dari pemasangan sambungan aliran gas bumi rumah tangga pada 2018 sebagian telah diaktifkan.

Sampai saat ini lanjut dia, sebanyak 900 sambungan gas rumah di Kelurahan Nenang dan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, sudah dialiri gas bumi.

PT Pertagas Niaga menargetkan gas bumi sudah mengalir ke 4.260 sambungan rumah yang sudah terpasang di wilayah Kecamatan Penajam pada September 2019.

Pembangunan sambungan gas rumah tersebut bertujuan memberikan akses kepada masyarakat menghemat pengeluaran biaya bahan bakar, ramah lingkungan, serta mengurangi beban subsidi bahan bakar atau elpiji pada sektor rumah tangga. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.