Penajam Antisipasi Lonjakan Penduduk Seiring Pemindahan Ibu Kota

Bagus Purwa

Area Dermaga Feri Penajam.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menilai perlu adanya regulasi untuk mengantisipasi lonjakan penduduk, seiring dengan rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami menilai perlu memberlakukan regulasi pengendalian pendatang terkait pindahnya ibu kota negara,” kata Wakil Bupati Penajam Paser Utara Hamdam saat ditemui helloborneo.com, Rabu.

Presiden Joko Widodo secara resmi memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

Kabupaten Penajam Paser Utara, menurut Hamdam, akan mengantisipasi terjadinya lonjakan pendatang ke daerah itu karena menjadi salah satu lokasi pemindahan ibu kota negara.

“Kami telah memikirkan kemungkinan terjadinya lonjakan pendatang dan telah melakukan beberapa langkah antisipasi lonjakan pendatang ke wilayah Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Regulasi mengenai pendatang tersebut, lanjut Hamdam, seperti regulasi di Jakarta dan Balikpapan yang sebelumnya sudah mengatur pengendalian pendatang.

Tidak ada salahnya, jelas dia, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengadopsi regulasi itu untuk antisipasi lonjakan penduduk pendatang.

“Bukan saja mengantisipasi lonjakan pendatang, regulasi itu juga dapat mengantisipasi masalah sosial di ibu kota negara yang baru,” ucap Hamdam.

Regulasi tersebut, tambah dia, tentang penduduk pendatang yang harus memberikan jaminan berupa uang dan diberi batas waktu tertentu mendapatkan pekerjaan atau bekerja di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Jika sampai batas waktu tertentu penduduk pendatang tersebut belum mendapatkan pekerjaan atau bekerja, kata dia, akan dipulangkan ke daerah asal dengan biaya dari uang jaminannya itu.

“Pemerintah kabupaten tinggal menelaah aturan mana yang cocok untuk pengendalian pendatang yang cocok diterapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Hamdam. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.