Kawasan Sapi Potong Penajam Penuhi Pasokan Daging Ibu Kota Baru

Bagus Purwa

Ilustrasi Sapi ternak.

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menetapkan 33 kawasan sapi potong di daerah itu untuk memenuhi pasokan cadangan daging di wilayah ibu kota negara Indonesia yang baru.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdiyatno saat ditemui helloborneo.com, Senin mengatakan, instansinya berupaya memenuhi pasokan daging di wilayah ibu kota negara baru.

Presiden Joko Widodo resmi memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk memenuhi pasokan daging di wilayah ibu kota negara baru tersebut menurut Arief Murdiyatno, instansinya menetapkan 33 desa di wilayah Penajam Paser Utara sebagai kawasan pengembangan sapi potong untuk meningkatkan produksi daging.

“Penetapan desa sebagai kawasan sapi potong itu didasarkan dari sensus populasi hewan ternak sapi serta potensi lahan dan pakan sapi di masing-masing desa,” ujarnya.

Desa yang ditetapkan sebagai kawasan sapi potong lanjut Arief Murdiyatno, mempunyai populasi hewan ternak sapi rata-rata 100 ekor, dan ada beberapa desa yang mencapai 500 populasi hewan ternak sapi.

Dengan penetapan kawasan sapi potong tersebut jelasnya, ditargetkan peningkatan populasi hewan ternak sapi di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai sekitar lima persen setiap tahunnya.

“Arahan Menteri Pertanian, Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai daerah untuk memenuhi kebutuhan daging di wilayah ibu kota negara baru,” ucap Arief Murdiyatno.

Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Berau serta Kabupaten Kutai Timur juga ditetapkan sebagai daerah pengembangan sapi potong untuk meningkatkan produksi daging di wilayah Kalimantan Timur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga diminta bersinergi dengan pemerintah provinsi lainnya di wilayah Kalimantan yang berpotensi produksi sapi potong, serta melibatkan perusahaan swasta memenuhi kebutuhan daging di ibu kota negara baru.

“Persiapan itu sebagai antisipasi pemindahan ibu kota negara ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang diprediksi jumlah penduduk akan bertambah menjadi 5,5 juta,” kata Arief Murdiyatno. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.