Pemerintah Kabupaten Penajam Musnahkan Aset Miliaran Rupiah

Ari B


Kepala Bidang Pengelolaan Aset Badan Keuangan Kabupaten Penajan Paser Utara, Amrullah.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memusnahkan ratusan aset daerah atau barang inventaris yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis dengan kisaran lebih kurang Rp1,5 miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Aset Badan Keuangan Kabupaten Penajan Paser Utara Amrullah saat ditemui helloborneo.com, Jumat mengatakan, aset daerah yang dimusnahkan dikumpulkan dari sembilan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pengumpulan barang inventaris yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis dan dimusnahkan itu dilakukan sejak 2014,” ujarnya.

“Ratusan aset daerah yang dimusnahkan dari catatan Kartu Inventaris Barang atau KIB-B berupa peralatan dan mesin,” ungkap Amrullah.

Barang ineventaris milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pemusnahan aset daerah yang dilakukan itu dilakukan di halaman gudang aset milik Badan Keuangan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Pemusnahan aset daerah dengan cara dibakar dipilih karena dinilai lebih ekonomis atau menghemat biaya,” ucap Amrullah

“Jumlah aset daerah yang dimusnakan lebih kurang 500 unit barang inventaris, seperti kursi, meja, laptop hingga kulkas,” tambahnya.

Aset atau barang inventaris milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang dimusnahkan tersebut jelas Amrullah, telah diperiksa oleh petugas dan dipastikan kondisinya rusak berat.

Aset daerah yang sudah tidak memilik nilai ekonomis itu kata dia, di antaranya terkumpul dari Kantor Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan dan Kantor Kecamatan Waru.

Kegiatan pemusnahan barang inventaris milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara itu disaksikan petugas pemadam kebakaran serta anggota TNI. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.