Ari B

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud meminta jembatan tol yang menghubungkan wilayah Penajam dengan Balikpapan di atas Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, harus segera terealisasi untuk membuka interkoneksi atau keterhubungan antar dua wilayah.
“Untuk membuka keterhubungan antarwilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan, jembatan tol penghubung harus segera direalisasikan,” tegas Abdul Gafur Mas’ud ketika ditemui helloborneo.com, Rabu.
“Tidak boleh ditawar-tawar lagi karena kewajiban mutlak, apalagi sudah berapa anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan itu,” ujarnya.
Abdul Gafur Mas’ud menegaskan lagi, tidak ada perubahan perubahan titik lokasi pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapapan dengan rencana pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur.
Rencana pemindahan titik lokasi pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebutkan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan akan dipindahkan di kawasan hulu Pelabuhan Semayang dekat Kariangau dan disambungkan dengan jalan tol Balikpapan-Samarinda serta Jembatan Pulau Balang.
“Titik pembangunan jembatan tol penghubung yang membelah Teluk Balikpapan itu tidak ada perubahan,” kata Abdul Gafur Mas’ud membantah penyampaian Mentari PUPR tersebut.
Titik lokasi pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan yang telah ditetapkan di wilayah Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam dan menyambung ke wilayah Melawai Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Abdul Gafur Mas’ud memastikan, bahwa penunjukan titik lokasi pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut sudah melalui kajian yang cukup matang.
Bupati juga memastikan keberadaan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan itu tidak akan mengganggu jalur penerbangan maupun transportasi laut.
Terkait pernyataan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang berencana memindahkan titik lokasi pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut menurut Abdul Gafur Mas’ud, karena mendapatkan informasi yang salah. (bp/hb)

















