Belasan Tenaga Medis Penajam Diistirahatkan Diduga Terpapar COVID-19

Ari B

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, dr. Arnold Wayong.

Penajam, helloborneo.com – Sebanyak 12 tenaga medis Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terpaksa diistirahatkan karena diduga terpapar atau tertular virus dari pasien positif Corona Virus Disease atau COVID-19.

“12 tenaga kesehatan diduga ikut tertular dari pasien positif virus corona,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Arnlod Wayong ketika dihubungi helloborneo.com, Sabtu.

“Kami terpaksa mengistirahatkan 12 tenaga medis itu karena setelah dilakukan ‘rapid test’ atau tes cepat mereka dinyatakan positif,” ujarnya.

Kebijakan untuk mengistirahatkan 12 tenaga kesehatan tersebut setelah hasil “rapid ‘test” mereka reaktif atau positif berdasarkan hasil tes cepat.

Tenaga medis yang diistirahatkan itu di antaranya bertugas di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung dan di Puskesmas di wilayah Kecamatan Penajam.

“Yang diistirahatkan itu 10 tenaga kesehatan di RSUD kemudian dua tenaga medis di Puskesmas,” jelas Arnold Wayong.

Untuk lebih memastikan lanjut ia, pemeriksaan 10 tenaga medis di RSUD Ratu Aji Putri Botung dilanjutkan dengan tes swab.

Sementara bagi tenaga kesehatan di Puskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Penajam pemeriksaan swab akan dilakukan pada Minggu (10/5) dan Senin (11/5).

“Hasil ‘rapid test’ tenaga medis RSUD sudah dilanjutkan tes swab tapi hasilnya belum keluar, sedangkan tes swab tenaga medis puskesmas belum dilakukan. Tes swab itu harus dilakukan dua kali” kata Arnold Wayong.

Ia menjelaskan para tenaga kesehatan tersebut sebenarnya sudah menggunakan alat pelindung diri lengkap saat menangani pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

“Kemungkinan juga mereka itu terpapar di luar pada saat setelah selesai bekerja atau menangani pasien positif virus corona,” ucap Arnold Wayong. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.