Berulang Kali Diserahkan, Kejati Berau Sebut Berkas Kasus Pungli Camat Segah Belum Lengkap

N Rahayu

Dugaan pungutan liar yang dilakukan Camat Eegah Eben Ezer Hutabarat dan Kepala Kampung Gunung Sari, Turmin. (N Rahayu - Hello Borneo)
Dugaan pungutan liar yang dilakukan Camat Eegah Eben Ezer Hutabarat dan Kepala Kampung Gunung Sari, Turmin. (N Rahayu – Hello Borneo)

Tanjung Redeb, helloborneo.com – Kejaksaan Negeri Berau mengaku hingga saat ini belum dapat memproses berkas dugaan kasus pengutan liar yang dilakukan oleh Camat Segah dan Kepala Kampung Gunung Sari.

Kasat Reskrim AKP Rido Doly Kristian mewakili Kapolres Berau, berkas tahap pertama kasus dugaan pungli tersebut sudah beberapa kali diserahkan ke Bagian Pidana Khusus (Pidsus) namun berkas tersebut ditolak.

Berkas kasus dugaan pungutan liar yang dilakukan Eben Ezer Hutabarat dan Turmin, hingga kini masih belum P21.

“Belum P21, karena menurut jaksa berkas yang kami ajukan ada kekurangan dan harus dilengkapi lagi. Sudah empat kali berkas yang kami ajukan dikembalikan,” ujarnya, Kamis (13/08/2020).

Saat ini, katanya, berkas yang kurang kini sudah dilengkapi sesuai dengan petunjuk yang diberikan pihak jaksa. Bahkan dalam waktu dekat, berkas tersebut akan kembali diserahkan ke Pidsus agar dapat segera diproses.

“Satu atau tiga hari kedepan akan kami serahkan berkasnya. Ini yang ke lima kalinya berkas itu kami kirim,” terangnya.

Dikatakannya, pihaknya akan tetap mengawal kasus dugaan pungli yang dilakukan camat segah dan oknum kepala kampung tersebut.

Dalam kasus tersebut keduanya dikenakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999. Sebagaimana telah disempurnakan UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo Pasal 55 KUHPidana .

“Pada intinya kami akan terus mengawal kasus ini hingga para tersangka mendapatkan hukuman setimpal. apalagi kedua tersangka ini abdi masyarakat, dan digaji oleh negara tidak sepantasnya melakukan tindakan pungli kepada masyarakat petani, apalagi itu juga tidak dibenarkan,” tandas Rido.

Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Berau, Mosezs menerangkan hingga saat ini berkas kasus pungli yang diserahkan belum bisa diproses.

“Belum P21, ada syarat-syarat materil yang belum terpenuhi,” kata Mosezs.

Salah satu alasannya, adalah berkas yang diserahkan masih belum lengkap dan masih kurang. Pihaknya juga sudah memberikan petunjuk terkait kelengkapan berkas tersebut.

Secara umum berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) seluruh fakta penyidikan diteliti oleh jaksa. Apabila, materilnya tidak lengkap apalagi terkait alat bukti juga tidak mendukung maka kemungkinan bebas itu akan sangat besar.

Hal itu juga tertuang dalam Pasal 184 ayat 1 KUHAP bahwa alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

“Itulah materil-materilnya semua. Yang jelas sampai ada sarat materil yang belum terpenuhi, makanya berkasnya kami kembalikan lagi,” pungkas Mosezs. (sop/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.