DLH Bantu Proses Pengangkutan Limbah Medis APD Pasien Isolasi di Eks RSUD Panglima Sebaya

Foto Istimewa.

Paser, helloborneo.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser lakukan penanganan khusus pembuangan limbah medis pasien positif Covid-19 di eks RSUD Panglima Sebaya.

Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser, Harjana mengatakan untuk limbah medis sendiri, berbeda dengan sampah pada umumnya. Yang langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Namun untuk limbah medis alat pelindung diri (APD) dan segala jenis sampah dari pasien Covid-19 ini dibakar menggunakan mesin incinerator yang berada di RSUD Panglima Sebaya.

Alat pembakaran limbah medis dari APD dan pasien positif ini masih berada diareal RSUD Panglima Sebaya. Namun untuk tempat karantina bagi pasien yang di eks RSUD Panglima Sebaya melibatkan dinas terkait Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Paser.

“Kalau yang di RSUD Panglima Sebaya, pengangkutannya langsung oleh pihak rumah sakit. Sedangkan, di eks RSUD Panglima Sebaya, petugas kami yang melakukan pengangkutan,” Harjana, Senin (9/11/2020)

Lanjut Harjana menjelaskan penanganan limbah tersebut sangat berbeda jauh dengan sampah pada umumnya. Sehingga personel DLH saat melakukan pengangkutan harus memperhatikan diri, yakni dengan menggunakan APD.

“Terutama limbah medis ini harus ditangani khusus. Walaupun tidak dilibatkan, tetapi membantu untuk pengangkutan,” sambungnya.

Sampah yang diangkut dari pasien positif dari eks RSUD Panglima Sebaya, kemudian dibawa ke mesin incinerator di RSUD Panglima Sebaya.

“Limbah tersebut sebelumnya sudah dimasukan ke dropbox. Kalau kami (DLH) fokusnya terutama yang diisolasi itu adalah limbah-limbah bagian isolasi, ditangani khusus, sisa makanan, APD diangkut dan dibawa ke incineator untuk dibakar,” bebernya.

Jika limbah media tak dibuang di TPA, melainkan dengan dibakar. Bagaimana dengan sisa pembakaran atau abu yang dihasilkan. Dikatakannya jika pihak rumah sakit melibatkan pihak ketiga.

“Residu atau abunya dikelola pihak ketiga. Ya dalam sehari, itu ada sekira 10 kilogram sampai 15 kilogram yang kami angkut limbah medis APD dari pasien isolasi,” jelasnya.

Terkait dengan personel dari DLH yang melakukan pengangkutan limbah dari pasien positif, diterangkannya, jika pihaknya sangat memperhatikan APD bagi para pekerja.

“Ada lima orang yang bertugas. Petugas kami selain pakai APD lengkap. Juga selalu dilakukan penyemprotan disinfektan dan mencuci tangan. Mobilnya pun langsung dicuci. Usai mengangkut sampah mereka harus mandi,” pungkas Harjana. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses