Tertipu Jual Beli Tanah Rp3,5 Miliar, HS Tuntut Keadilan

Foto Korban Penipuan Menunjukkan Barang Bukti Cek Kosong Pembayaran Jual Beli.

Balikpapan, helloborneo.com – Tahun 2020, tahun yang bisa disebut pengalaman buruk bagi HS (37) akibat tertipu transaksi jual beli tanah dengan DY (42). HS diwakili kuasa hukumnya, Winnar Batara SH menjelaskan bahwa kejadian tersebut ini bermula sejak Desember 2019 silam. Winnar menjelaskan kronologi kasus ini berawal ketika DY hendak membeli tanah berdasarkan bukti kepemilikan sertifikat atas nama HS, pembelian tanah bertujuan untuk menjaminkan dua sertifikat tanah di kawasan Teritip Balikpapan Timur.

“Bahwa berdasarkan pembuktian secara hukum de facto nya, kasus ini patut diduga perbuatan tindak pidana penipuan sesuai dengan pasal 378 KUHP,” tegas Winnar, Senin (18/01/2021)

Untuk itu ada pembayaran yang seharusnya dilakukan oleh DY kepada HS yaitu dengan diberikannya 11 cek tunai Bank BCA atas nama PT. Perusahaan Borneo Samudera Citratama senilai 300 juta rupiah. Namun tidak satupun cek tunai tersebut yang dapat dicairkan.

“Pencairan ditunda dan ada saja cara dia (DY) mengulur ulur. Uang diberikan ke klien saya dan nilainya semau dia saja, ibarat anak kecil menangis minta disuapi,” imbuh Winnar.

“Klien kami, HS, menyesalkan cara pembayaran DY yang tidak sesuai dari kesepakatan bersama, sebab DY mencoba menghindari atau menghilangkan kewajibannya dengan melakukan pembayaransesukanya,” jelas Winnar.

Foto Winnar Batara, Kuasa Hukum Korban.

Upaya hukum sudah dilakukan oleh Winnar selaku pendamping hukum HS. Baik somasi hingga pelaporan ke pihak berwajib. Utamanya somasi terhadap DY, notaris, dan bank bersangkutan.

“Si DY ini pakai pengacara. Kita somasi juga pengacaranya kalau klien-nya sudah melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan ke klien saya,” tutur Winnar.

Somasi tersebut ditanggapi oleh pengacara DY. Dimana faktor DY tidak melakukan kewajibannya, akibat tanah tersebut masih terdapat perselisihan dengan ahli waris. HS sendiri mengaku bahwa DY telah mengetahui perselisihan tersebut sejak sebelum penandatanganan surat pernyataan.

“Tak ada jalan lain, saya ingin semua proses hukumnya berjalan sesuai laporan penipuan ini dan ada keadilan, ” harap HS.

Sementara, kasus ini sudah dilaporkan ke Direskrimum Polda Kaltim per tanggal 15 Oktober 2020. Namun, ketika dikonfirmasi, pihak kepolisian mengaku belum bisa memberi keterangan lantaran proses penyelidikan kasus ini masih berjalan. Dimana terlapor DY, juga belum dapat dikonfirmasi usai dihubungi melalui telepon. (*adv/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.