Ketua DPRD PPU Berharap Bendungan Lawe-Lawe Dapat Difungsikan

Foto Ketua DPRD Kabupaten PPU, Jon Kenedi.

Penajam, helloborneo.com – Ketua DPRD Penajam Paser Utara Jon Kenedi berharap pembangunan bendungan lawe-lawe yang baru selesai sekitar delapan puluh lima persen secara fisik dapat dilanjutkan agar bisa difungsikan untuk pemenuhan air bersih masyarakat.

“Bendungan lawe-lawe kalau gak salah dihentikan pada bulan november tahun 2017. Itu karena pemerintah mengalami keterbatasan anggaran”. ungkap Jon Kenedi.

Bendungan lawe-lawe yang dikerjakan mulai tahun 2014 dengan anggaran lebih kurang Rp179 miliar sampai saat ini belum dilanjutkan karena persoalan yang sama yaitu anggaran.

Jon Kenedi menjelaskan pembangunan bedungan lawe-lawe selain terkendala persoalan anggaran juga lahan. Karena sebagian lahan bendungan merupakan milik PT. Pertamina yang dipinjam pakai pemerintah Kabupaten PPU.

“Semoga dinas terkait dapat segera merampungkan persoalan administrasi lahan tersebut sehingga anggaran pembangunan lanjutan dapat dianggarkan di tahun 2022”. kata Jon Kenedi.

Politisi partai demokrat itu berharap bendungan lawe-lawe yang sudah menelan dana puluhan atau bahkan ratusan miliar rupiah dapat difungsikan untuk membantu pemenuhan air baku Perumda Air Minum Danum Taka.

“Sampai saat ini kan masih ada kendala persoalan lahan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa kita rampungkan dan bendungan lawe-lawe bisa bermanfaat bagi PDAM dan masyarakat. Bendungan lawe-lawe itu untuk membantu pemenuhan kebutuhan air baku WTP lawe-lawe yang selama ini hanya bergantung pada aliran sungai di kelurahan lawe-lawe”. ujar Jon Kenedi. (adv/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.