PAW Fahmi Fadli Tunggu Keputusan Mahkamah Partai PKB

Foto Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paser, Abdul Qayyim Rasyid.

Tana Paser, helloborneo.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paser, Abdul Qayyim Rasyid mengatakan Pergantian Antar waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Paser Dapil II Fahmi Fadli dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Partai.

“Saat ini KPU Kabupaten Paser sedang memproses (PAW) anggota DPRD Kabupaten Paser, Fahmi Fadli yang terpilih sebagai Bupati Paser pada 2020 lalu, masih menunggu laporan hasil keputusan dari Mahkamah partai PKB tersebut,” kata Qayyim, Rabu (28/4/2021).

Qayyim menjelaskan PAW kali ini, Fahmi Fadli harus mengikuti tahapan berupa verifikasi dan klarifikasi meskipun memiliki suara tertinggi setelah Fahmi Fadli.

Namun urutan suara terbanyak belum dapat menentukan bawah Caleg tersebut dapat menjadi PAW. Masih banyak proses yang harus dilalui, apakah yang bersangkutan memenuhi syarat ,berdasar PKPU No 6 Tahun 2017 dan PKPU No 6 Tahun 2019.

Calon Pengganti, kata Qayyim, dalam tahap verifikasi oleh KPU Paser jika keberatan dengan hasil yang telah disampaikan dan dinyatakan tidak memenuhi syarat(TMS) dapat mengajukan keberatan ke mahkamah partai, hingga Mahkamah Agung.

“Kami masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Partai, apabila sudah ada hasil dan disampaikan ke KPU Paser akan dilanjutkan proses selanjutnya,” ucapnya

Pada dasarnya, Pergantian Antar Waktu (PAW) adalah calon nama yang memenuhi syarat, KPU akan mengeluarkan nama yang memenuhi syarat(MS), dan akan menyerahkan ke DPRD Paser untuk melakukan proses pelantikan, apabila masih tidak memenuhi syarat(TMS) KPU akan memverifikasi dan klarifikasi urutan suara selanjutnya di dapil yang sama dan memenuhi syarat.

Dan apabila tidak ada yang memenuhi syarat di daerah pemilihan 2 dapil yang bersangkutan, akan mengambil dari dapil yang berbatasan langsung secara geografis dengan dapil yang melakukan PAW .

“Jika terdapat dua Dapil yang berbatasan langsung dengan dapil yang melakukan PAW ,di ambil keputusan dasarnya yang memiliki penduduk yang banyak dan suara sah terbanyak,” jelasnya.

Dalam proses PAW tersebut juga, KPU menggunakan alat kerja. Yakni berupa aplikasi sistem informasi manajement pergantian antar waktu (SIMPAW), aplikasi ini sudah terintegrasi dengan perolehan suara PILEG pada tahun 2019 yang lalu, bisa dikatakan proses verifikasi dan klarifikasi yang di lakukan harus mengikuti runutannya.

“Mengapa proses PAW ini berjalan cukup lama karena harus melalui beberapa tahapan, kita tunggu saja hasil dari Mahkamah Partai apapun keputusannya kami akan segera sampaikan nantinya.” tandasnya. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.