Minim Peminat, Polnes Paser Curhat ke DPRD

Foto Istimewa.

Tana Paser, helloborneo.com – Minim peminat, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) di Paser terancam bubar.

Upaya mencari solusi mengenai ancaman penutupan kampus yang berdiri sejak tahun 2015 lalu tersebut, manajemen Polnes Paser mencari dukungan dari berbagai pihak, baik dari wakil rakyat maupun Pemerintah Kabupaten Paser.

Salah satu jalan yang ditempuh adalah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa hari lalu di ruang rapat Bappekat DPRD Paser.

RDP itu dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Paser, Fadli Imawan. Dikatakannya untuk tetap eksis dan sayap semakin melebar di Kabupaten Paser diperlukan evaluasi, gebrakan dalam menarik minat pemuda berkuliah di Polnes Paser.

“Kami rasa promosinya kurang. Ya kami rekomendasi untuk membuka diri dan mencari formasi baru. Sehingga masyarakat Paser mengetahui jika ada Polnes ada di Paser,” kata Politisi Golkar itu, Jumat (18/6/2021)

Terkait adanya dukungan dana yang diharapkan dari Pemkab Paser senilai Rp 3,5 miliar, menurut Fadly, itu harus jelas.

Rencananya anggota Komisi II akan melakukan pertemuan dengan pihak Polnes untuk memaparkan hasil perencanaan yang akan dilakukan oleh pihak kampus.

“Ya sama-sama kita berbenah. Secepatnya akan melakukan pertemuan dengan tim percepatan. Juga akan memanggil pihak Polnes untuk memaparkan apa progres selama ini,” terang Fadly.

Di tempat yang sama, Direktur Politeknik Negeri Samarinda, Ramli mengatakan, kelanjutan dari keberadaan Polnes di Paser bergantung pada dukungan semua pihak.

Pihaknya berencana mendirikan atau merubah dari Program Studi Diluar Domisili (PDD) menjadi Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU).

“Jadi dari RDP ini kami tahu seperti apa kelanjutan Politeknik Negeri Samarinda di Kabupaten Paser, sesuai yang disampaikan Wakil Ketua Komisi II,” jelasnya.

Dengan keterbatasan anggaran Pemkab Paser, apalagi masa pandemi COVID-19. Sehingga pihak kampus harus lebih memaksimalkan promosi.

Pihaknya menyadari, Pemkab Paser memiliki keterbatasan anggaran  dimasa-masa Pandemi Covid-19, untuk itu pihaknya akan berusaha memaksimalkan tim-tim yang ada untuk promosi.

Terkait anggaran senilai Rp 3,5 miliar yang diminta oleh Polnes, rencana anggaran tersebut akan digunakan untuk operasional pendidikan, serta fasilitas penunjang lainnya.

“Kami berkomitmen terus berupaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Paser,” tegas Ramli.

Sementara itu, Ketua Departemen Kerjasama Politeknik Negeri Samarinda, Ibnu Eka Rahayu menegaskan bahwa komitmen Polnes dalam mengembangkan potensi SDM di daerah sehingga lebih berkembang dan maju.

“Kami berusaha apa yang sudah dirintis dan kedepannya menjadi lebih besar lagi. Ini harus diperjuangkan sama-sama berkomitmen, kehadiran Polnes Paser bisa memberikan kontribusi nyata terakait pengembangan SDM hingga peningkatan perekonomian,” tandas Ibnu.

Terkait pengenalan kampus lebih luas hingga daerah pelosok, ia mengaku telah melakukan pertemuan dengan Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kaltim, Muhammad Subhan, untuk membantu promosi dengan mengenalkan ada kampus negeri di Tana Paser. Diketahui, Polnes Paser memiliki 3 Program Studi yaitu D3 Teknik Alat Berat, D3 Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin, dan D3 Petro dan Oleo Kimia. (adv/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.