N Rahayu

Berau, helloborneo.com – Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan kondisi jembatan Lempake-Karangan ang berlokasi di Kampung Lampake, cukup memprihatinkan nyaris setengah badan jembatan jebol, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.
“Kondisinya jembatan cukup memprihatinkan, jebol,” ujar Sri Juniarsih ketika ditemui helloborneo.com di Berau, Selasa.
Bupati Sri Juniarsih telah meninjau langsung jembatan Lempake-Karangan yang jebol tersebut pada Senin (5/7) dan meminta segera dilakukan perbaikan karena dapat menghambat aktifitas warga.
Jembatan tersebut merupakan satu-satnya akses darat dari Talisayan menuju Tanjung Redeb, begitu juga sebaliknya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Berau tersebut melihat langsung, bahwa arus lalu lintas terganggu, banyak masyarakat yang membawa mobil dengan muatan berat melintas di jembatan tersebut.
Kendati jembatan itu kewenangan pemerintah provinsi, namun karena masuk dalam wilayah Berau, Sri Juniarsih meminta perbaikan jembatan segera terselesaikan agar arus lalu lintas warga kembali normal.
“Jembatan it satu-satunya akses darat, tapi kita bersyukur sudah diperbaiki dan estimasi perbaikan 10 hari,” ucapnya.
“Harus kuat, jangan sampai baru perbaikan sudah rusak lagi. Kami juga akan melakukan perbaikan disisi jembatan, karena itu masuk wilayah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Berau,” tambah Sri Juniarsih.
Camat Biatan Agung Herry Jatmiko menegaskan, sudah melaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur dan langsung ditindaklanjuti dengan dilakukan perbaikan.
“Kondisinya sebelum dilakukan perbaikan, diakuinya memiliki lubang yang cukup dalam dan berbahaya. Kami sempat lakukan perbaikan tai tidak bertahan lama,” jelasnya.
Perbaikan diharapkan diakukan menyeluruh tidak hanya di bagian yang rusak saja karena merupakan satu-satunya akses jalan poros menuju pesisir Berau. (bp/hb)
















