Joko Sugiarto

Balikpapan, helloborneo.com – Lonjakan kasus meninggal COVID-19 di Kota Balikpapan membuat petugas penggali makam di TPU (tempat pemakaman umum) kilometer 15 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara kewalahan.
“Kami menerima informasi sebanyak 24 jenazah akibat virus corona dimakamkan Selasa (13/7),” ujar Ketua Tim Pemakaman COVID-19 Kota Balikpapan, Fajar Sulaiman ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Rabu.
Dengan kondisi tersebut petugas harus bekerja ekstra keras untuk membuat lubang galian makam, sedangkan informasi yang diperoleh, petugas penggalian kubur di TPU tersebut hanya berjumlah 18 orang.
“Dengan jumlah petugas yang minim, kami sangat kewalahan, maka kami secara bergantian menggali makam,” ungkap Fajar Sulaiman.
Lonjakan angka kematian pasien terkonfirmasi positif COVID-19 membuat jumlah lubang yang disiapkan tidak tercukupi menurut dia, hari biasa sedikitnya 15 lubang makam digali oleh para petugas setiap harinya.
Namun, tiga hari terakhir jumlah lubang makam yang disiapkan begitu cepat terisi dan hanya menyisakan beberapa lubang makam yang masih kosong. Bahkan tercatat sebanyak 233 jenazah pasien virus corona yang dimakamkan di TPU kilometer 15 sejak awal Juli hingga Selasa (13/7).
Dengan jumlah petugas pemakaman dan kondisi jumlah jenazah yang akan dimakamkan, Fajar Sulaiman berharap bantuan alat excavator secepatnya untuk mempermudah proses penggalian makam.
“Harapannya bantuan excavator segera tiba untuk memudahkan kami melakukan proses penggalian makam, kami juga memohon doa agar tim kami sehat selalu dan pandemi COVID-19 segera berakhir,” ucapnya. (bp/hb)
















