Anggaran Penanganan COVID-19 BPBD Penajam Hanya Dialokasikan Rp1,2 miliar

Ari B

Foto Kepala Pelaksana BPBD PPU, Marjani.

Penajam, helloborneo.com – Anggaran penanganan COVID-19 2021 di Kabupaten Penajam Paser Utara, hanya dialokasikan sekitar Rp1,2 miliar, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD setempat Marjani.

“Anggaran penangan COVID-19 itu berkurang dari tahun sebelumnya yang mencapai lebih kurang Rp8 miliar,” ujar Marjani ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Dengan dipangkasnya anggaran tersebut berdampak pada honor Satgas (satuan tugas) dan relawan posko pengetatan di wilayah pelabuhan juga dikurangi.

“Berkurangnya anggaran penanganan virus corona membuat sejumlah biaya operasional tim Satgas juga ikut dipotong,” ucap Marjani.

“Pemotongan termasuk uang lelah bagi tim Satgas dan relawan yang berjaga di posko pelabuhan,” tambahnya.

Posko penjagaan tersebut ada di pelabuhan penyeberangan kapal feri, klotok (kapal kayu) dan speedboat.

Jika biasanya masing-masing tim Satgas dan relawan mendapat uang lelah Rp75.000 per hari kini dipangkas menjadi Rp40.000 sampai Rp50.000 per hari.

Pemotongan uang lelah menyesuaikan alokasi anggaran yang disetujui dalam Perkada (peraturan kepala daerah) mendahului anggaran perubahan 2021.

Jam operasional posko pengetatan di kawasan pelabuhan juga ikut disesuaikan, penjagaan dimulai pukul 07.00 sampai 17.00 Wita.

“Agar tidak kelelahan dilakukan sistem bergantian jaga, kami utamakan kesehatan tim Satgas dan relawan,” kata Marjani.

“Jangan sampai juga terpapar virus corona, makanya jam operasional disesuaikan dari sebelumnya yang sampai malam hari,” jelasnya.(bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.