DPRD Paser: Perlu Peran Warga Awasi Pengerjaan Jalan Ratusan Miliar

Achmad Awal

Foto Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Edwin Santoso.

Paser, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Paser menegaskan, perlu peran warga ikut mengawasi pengerjaan peningkatan jalan dengan biaya ratusan miliar rupiah di daerah itu.

“Pengerjaan peningkatan jalan menggunakan pinjaman daerah sekitar Rp600 miliar,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Edwin Santoso ketika ditemui helloborneo.com di Paser, Senin.

Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Paser dan DPRD setempat telah sepakat mengenai besarnya suku bunga yang diberikan perbankan untuk pinjaman daerah senilai Rp600 juta, yakni 6 persen yang diperuntukkan peningkatan 11 ruas jalan dengan 18 segmen.

DPRD Kabupaten Paser mengharapkan pinjaman daerah ratusan miliar tersebut tidak memberikan hasil yang mengecewakan, dan menekankan kontraktor pemenang lelang benar-benar memiliki rekam jejak yang baik.

Kontraktor terpilih harus benar-benar kredibilitas dengan kualifikasi yang telah dipertimbangkan, dan mengedepankan azaz efisiensi, efektifitas, serta berorientasi pada kualitas pekerjaan.

“Penggunaan dana Rp600 miliar itu harus betul-betul maksimal, dan harus diawasi sampai rampung 100 persen,” kata Edwin Santoso.

Jika ditemukan di lapangan saat pengerjaan tidak sesuai spesifikasinya, ia juga meminta peran serta masyarakat untuk mengawasi, khususnya jalan yang biasa dilalui. Mengingat DPRD tidak bisa mengawasi secara penuh 1×24 jam.

“Masyarakat untuk ikut peran mengawasi. Kami butuh juga informasi, ketika ada yang tidak sesuai spesifikasi, segera laporkan ke kami, Insyaallah langsung terjun,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Basri meminta instansi terkait juga mengawasi peningkatan jalan berupa rigid (pengkerasan dengan material beton) tersebut, termasuk klausul-klausul dan pasal-pasal dalam kontrak harus dicantumkan.

“Kemudian kontraktor harus profesional yang bonafit. Paham teknis, karena pasti menjaga mutu dan nama baik perusahaan. Awal 2022 pekerjaan itu sudah dilelangkan,” tutup Basri. (adv/bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.