Legislator Paser Sebut Perbaikan Jalan Penghubung Antardesa Skala Prioritas

Achmad Awal

Foto Jalan Rusak.
Foto Jalan Rusak.

Paser, helloborneo.com – Legislator atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser, Edwin Santoso menyebutkan perbaikan jalan penghubung antardesa di daerah itu menjadi skala prioritas.

“Ada pengaduan menyangkut jalan penghubung antardesa yang kondisinya rusak parah,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser tersebut ketika ditemui helloborneo.com di Paser, Selasa.

Jalan yang menghubungkan Desa Sebakung dan Desa Sebakung Taka, Kecamatan Longkali sepanjang 13 kilometer dengan lebar enam meter rukas parah dan sulit dilalui kendaraan.

“Dengan adanya laporan itu Komisi III DPRD mengadakan RDP (rapat dengar pendapat) pada Jumat (24/9) dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,” ucapnya.

“Keinginan Pemerintahan Desa Sebakung dan Sebakung Taka, ada perbaikan jalan penghubung antardesa itu dalam waktu dekat,” tambah Edwin Santoso.

Keberadaan jalan penghubung antardesa tersebut sangat vital, terlebih jika terdapat kebutuhan mendesak seperti mengantarkan orang sakit atau yang mau melahirkan ke rumah sakit. Tentunya dengan kualitas jalan yang buruk, menghambat pertolongan kepada warga.

“Minimal dalam waktu dekat ada perbaikan. Karena memang akses jalan penghubung antardesa itu sudah sangat parah,” ujarnya.

Bahkan dalam beberapa hari ke depan, sebelum pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Perubahan kata Edwin Santoso, bakal menjadikan salah satu prioritas dari 10 kecamatan yang ada.

“Jalan penghubung itu sangat dibutuhkan masyarakat. Tdak ada perusahaan di sana, jadi murni dilalui warga untuk mengangkut hasil pertanian,” jelas politisi PKB tersebut.

Kepala Desa Sebakung, Bakransyah mengaku perbaikan ruas jalan itu sudah sangat genting sekali, apalagi akses jalan penghubung satu-satunya antardesa.

“Jangka pendeknya, kami ingin segera dilakukan perbaikan dan jangka panjang bisa dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Kerusakan jalan penghubung antardesa tersebut setidaknya sudah tiga tahun belakangan ini.
Menyangkut dengan adanya alokasi dana desa (ADD), kata dia lagi, jika menyasar ruas lain di Desa Sebakung. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.