DPRD Balikpapan: Pengembang Tidak Penuhi Syarat Bangun Perumahan

Muh Riskiullah

Kantor DPRD Balikpapan
Foto Kantor DPRD Balikpapan

Balikpapan, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat daerah atau DPRD Kota Balikpapan menyebutkan sejumlah pengembang dalam membangun kawasan perumahan di daerah itu tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

“Yang menjadi persoalan pengembang yang besar maupun kecil yang membangun perumahan, beberapa kali kami sidak (inspeksi mendadak) tidak memenuhi persyaratan,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Ali Munsjir Halim ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Jumat.

Selama ini pengembang hanya mementingkan membangun rumah tegasnya, namun tidak mengikuti ketentuan yang diatur yakni membangun fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

“Yang jadi persoalan selama pengembang hanya membangun rumah tidak memperhatikan estetika, dari beberapa pengembang tidak memperhatikan fasum dan fasos,”ungkapnya.

Dalam Perda (peraturan daerah) jelas disebutkan, bagi pengembang yang membangun kawasan perumahan diwajibkan membangun fasum dan fasos.

“Dalam regulasi itu persyaratan bagi pengembang yang membangun kawasan perumahan wajib juga bangun fasum dan fasos,” ucap Ali Munsjir Halim.

Pengembang besar yang membangun kawasan perumahan lanjut ia, juga mempunyai kewajiban membangun bendali, namun yang dibangun bukan bendali tetap hanya pengendali banjir.

Bagi pengembang besar seperti Sinarmas menurut fraksi Demokrat, punya kewajiban membangun bendali, tapi saat ini ada beberapa yang tidak dibangun, di luar dari Balikpapan Baru seperti di Grand City.

“Ada juga pengembang kawasan perumahan yang hanya membangun pengendali air bukan bendali,” ungkap Ali Munsjir Halim.

Komisi III DPRD Kota Balikpapan juga melakukan RDP (rapat dengar pendapat) dengan instansi terkait membahas tentang pengembang, pengupasan lahan dan penanggulangan banjir dari hulu ke hilir.

Pertemuan yang dilaksanakan Senin (27/9) tersebut dihadiri Dinas Pekerjaan Umum, Pelaksana Tugas Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Kepala Satpol PP, Kabag Kerjasama dan Perkotaan.

Data pengembang kawasan perumahan yang tercatat baik yang besar maupun kecil kata Ali Munsjir Halim, sekitar 228 pengembang termasuk yang besar itu ada 1-5, kemudian menegah. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.