Petrosea Beri Bantuan Kepada Korban Banjir Long Kali Paser

TB Sihombing

Petrosea peduli bencana banjir. (TB Sihombing)
Petrosea peduli bencana banjir. (TB Sihombing)

Paser, helloborneo.com – PT Petrosea Tbk Member of Indika Energy Group site PT Kideco Jaya Agung (KJA) memberikan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. 

Eksternal Relation Superintendent Petrosea site Kideco Eko Sunarno, menyerahkan bantuang langsung ke posko banjir di Kelurahan Long Kali, Sabtu.

“Kami turut berduka yang mendalam kepada masyarakat yang terkena dampak banjir,” ujar Eko Sunarno ketika ditemui helloborneo.com di Paser, Sabtu.

“Semoga banjirnya cepat surut, dan Petrosea berkomitmen terus membantu pemerintah kabupaten dan masyarakat yang terkena musibah melalui program CSR,” tambahnya

Bantuan yang diberikan PT Petrosea tersebut terdiri dari beras, telur, mie instan, air minum, dan minyak goreng.

Bantuan apa pun kini sangat dibutuhkan oleh posko menurut Camat Long Kali Pujiono, Selain sembako, obat-obatan pakaian juga dibutuhkan korban.

“Terima kasih Petrosea yang langsung turun tangan cepat menyalurkan bantuan ke sini,” ucapnya.

Kondisi banjir patokannya melihat di kelurahan, saat ini turun 35 cm jelas Sekretaris Camat M. Arfah, air mengarah ke hilir yaitu daerah Desa Sebakung, Muara Adang, Petiku, Munggu dan sekitarnya yang mulai terdampak.

“Jadi petugas dan relawan kini fokus evakuasi ke hilir, menyiapkan dapur umum dan lainnya,” kata mantan Lurah Long Kali itu. 

Diharapkan air laut tidak naik dan hujan tidak ada dari hulu. Saat ini ada tujuh desa terdampak yang butuh evakuasi cepat. Pada 2001 banjir paling parah  dan 2017 juga pernah banjir kata Arfah, namun tidak separah sekarang. 

“Ini Seperti siklus 20 tahunan. Ini yang terbesar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Daerah yang terisolir dengan adanya bencana banjir yakni Desa Kepala Telake, Pemerintah Kabupaten Paser menyediakan helikopter yang ditempatkan di Desa Jemparing. 

Ada 62 KK (kepala keluarga) dengan 225 jiwa di Desa Kepala Telake yang tidak bisa kemana-mana, bahkan menggunakan perahu sangat sulit ditembus karena  desa penghubung di Lambakan jembatannya hanyut.

“Perintah bupati langsung menurunkan helikopter. Rencananya dua kali pengantaran agar bisa memenuhi sembako untuk 10 hari ke depan,” kata Arfah. (*/tb/bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.