MF Annur

Samarinda, helloborneo.com – Seleksi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah atau KPID Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2021-2023 diharapkan berlangsung tepat waktu dan tidak ada “titipan”, kata Ketua Komisi I DPRD setempat Jahidin Siruntu.
“Kami berharap agar betul-betul seleksi dapat berjalan secara objektif. Yang berhak diloloskan itu yang diloloskan, jangan ada celah untuk titipan atau pertemanan,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB tersebut ketika ditemui helloborneo.com di Samarinda, Selasa.
Komisi 1 DPRD sebagai pihak terkait pada pelaksanaan seleksi calon KPID Kaltim juga mengingatkan kepada seluruh tim seleksi (timsel) agar bekerja jujur dan sesuai undang-undang.
“Diawasi oleh DPRD. Jadi terbuka betul secara umum seleksi ini, jadi tidak menimbulkan kesan dikemudian hari adanya titipan-titipan itu, seperti harapan kami,” ujar Jahidin Siruntu.
Diminta kepada semua pihak untuk sama-sama melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan seleksi calon peserta. Jahidin Siruntu juga menegaskan jika ada informasi yang mencurigakan dari tahapan seleksi, dapat melakukan pelaporan kepada DPRD Kaltim.
“Diharapkan semuanya, seperti wartawan juga ikut mengawasi. Jadi kalau ada hal yang kira-kira mencurigakan, silakan dikoreksi. Sebenarnya wartawan dan DPRD ini sama, tugasnya beda tipis saja. Kalau DPRD tidak sinergi dengan wartawan, itu tidak tepat,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, Jahidin Siruntu menyebut bahwa sejauh ini sudah terdapat sekitar 80 pelamar dan berpotensi akan terus bertambah mengingat penutupan pendaftaran baru berakhir pada tanggal 13 Oktober 2021.
“Kemarin saya dapat laporan sudah ada 80 orang yang mendaftar, tapi yang mengembalikan berkas belum sepenuhnya, selanjutnya tahapan seleksi administrasi. Kami terus berkomunikasi dengan Timsel dan akan terus kami cek,” ucapnya. (bp/hb)
















