Jalan Menuju Tirani Dimulai dengan Hancurnya Kebenaran

Tun MZ

Washington DC, helloborneo.com – Berbicara pada peresmian pusat hak asasi manusia di Universitas Connecticut, Presiden Joe Biden mengatakan, “jalan menuju tirani, tak boleh kita lupa, dimulai dengan hancurnya kebenaran.” Ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya menempatkan HAM sebagai pusat kebijakan luar negerinya untuk “menegaskan kembali kepemimpinan moral kita di panggung global.”

Pusat Hak Asasi Manusia Dodd diambil dari nama Senator Thomas Dodd, jaksa di Pengadilan Kejahatan Perang Nuremburg setelah Perang Dunia II, dan putranya, mantan Senator Chris Dodd.

Biden ingat rezim Nazi yang membunuh enam juta orang Yahudi, serta minoritas lainnya, dalam Perang Dunia II. “Hanya dengan mengakui kebenaran, kita bisa mencegah terulangnya kekejaman, yang sekarang terjadi di belahan dunia lain.”

Biden mengecam pelecehan terhadap orang-orang etnis Uighur di China, Rohingya di Burma, dan penggunaan kelaparan dan kekerasan seksual di Ethiopia Utara.

Amerika bergabung kembali dengan Dewan HAM PBB setelah keluar pada masa Trump. Pada Desember, Biden mengatakan, pemerintah akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak virtual membahas demokrasi “untuk menyatukan para pemimpin dunia agar membuat komitmen nyata untuk mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan menolak otoritarianisme.” (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.