Trump Dimintai Keterangan Soal Gugatan Hukum Tindakan Kekerasan terhadap Demonstran

Tun MZ

Washington DC, helloborneo.com – Mantan Presiden Donald Trump pada Senin (18/10) dimintai keterangan dalam sebuah deposisi gugatan yang diajukan sejumlah demonstran, yang mengatakan tim keamanan Trump telah melakukan tindakan kasar pada hari-hari awal kampanye kepresidenannya tahun 2015 lalu.

Deposisi adalah pernyataan tertulis formal yang dibuat seseorang atau sekelompok orang atas suatu tindak pidana, yang dapat digunakan di pengadilan jika saksi tersebut tidak dapat hadir.

Pengacara para penggugat, Benjamin Dictor, mengatakan pada Associated Press bahwa selama beberapa jam Trump memberi kesaksian di bawah sumpah dalam sebuah ruangan tertutup di Trump Tower di New York. Video deposisi ini akan diputar di hadapan juri jika kelak kasus ini disidangkan.

Dictor mengatakan Trump dimintai keterangan tentang berbagai topik, termasuk pernyataan yang dibuatnya dalam kampanye di mana ia menganjurkan personil keamanannya untuk mengambil tindakan kasar terhadap para demonstran.

Ditambahkannya, sikap Trump dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sama dengan sikap yang ditampilkannya ketika ia menjadi presiden dan suasana deposisi itu berjalan seperti deposisi pada umumnya.

Pengacara itu menolak merinci tentang bagaimana Trump memberi jawaban dan menolak menjelaskan kesaksiannya sebelum mengajukan kasus itu ke hadapan juri.

Associated Press mengatakan telah meninggalkan pesan bagi kuasa hukum Trump untuk meminta tanggapan atas kasus itu.

Gugatan Diajukan Lima Warga New York

Gugatan hukum yang diajukan oleh lima warga New York yang berasal dari Meksiko itu menuduh para pengawal Trump telah dengan kasar menyerang mereka di luar gedung pencakar langit miliknya di Manhattan pada 3 September 2015 ketika mereka memprotes pernyataan-pernyataan negatifnya tentang Meksiko dan para imigran Meksiko.

Dalam gugatan hukum itu Trump – bersama perusahaannya “Trump Organization,” tim kampanye kepresidenan dan personil keamanannya – menjadi terdakwa.

Beberapa tuntutan yang diajukan antara lain pembayaran ganti rugi, dengan alasan bahwa sedianya ia tahu kalau personil keamanannya akan bertindak “secara lalai dan sembrono.”

Kuasa hukum Trump melawan upaya untuk menghadirkan Trump dalam deposisi itu. Ketika ia masih menjabat sebagai presiden, tim kuasa hukumnya menilai harus ada “kejadian luar biasa” untuk menjatuhkan seorang pejabat tinggi pemerintah.

Hakim Bronx, Doris Gonzalez, yang memimpin kasus ini, menolak argumen itu dengan mengatakan hal itu tidak berlaku karena Trump dipanggil untuk menjawab perilakunya ketika sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.