Zoe Saldana Perkenalkan Budaya Amerika Latin Lewat Film Animasi Netflix

Tun MZ

New York, helloborneo.com – Film seri ‘Maya and the Three’ yang bisa disaksikan di layanan streaming Netflix mulai 22 Oktober didasarkan pada mitologi budaya Amerika Latin yang mengisahkan perjuangan empat pahlawan menanggulangi para dedengkot kriminal.

Di awal setiap episode, nama Saldaña ditampilkan dengan tanda berliku di atas ‘n’. Saldana mengatakan, tanda itu punya arti khusus, “Itu terjadi ketika saya masih anak-anak. Nama saya diganti. Guru TK saya mengatakan kamu bukan Saldaña, huruf ‘n’ dengan tanda berliku tidak ada dalam bahasa Inggris kita sehingga kita tidak bisa mengucapkannya. Karena saya masih kecil, saya tidak tahu seberapa besar pengaruhnya pernyataan itu pada saya. Saya tidak tahu pentingnya arti nama sampai saya cukup besar. Nama kita adalah segalanya, bukan?.”

Dalam bahasa Spanyol, yang umum di Amerika Latin, hurup ‘n’ dengan tanda berliku diucapkan seperti “ny”. Karena itu Saldaña dengan ‘n’ yang disertai tanda berliku, seharusnya dibaca Saldanya. 

Sayangnya, Hollywood lebih mengenal artis ini sebagai Saldana, bukan Saldanya. Paling tidak itu terlihat dalam proyek-proyek film yang melibatkan namanya seperti ‘Guardians of the Galaxy’ and ‘Avengers: Endgame’. Ia ingin pengucapan namanya berubah.

“Ini penting. Nama asli saya dibuang dari saya dan saya ingin memilikinya kembali. Saya ingin melihat nama saya diucapkan sebagaimana tertulis di akta kelahiran saya,” jelasnya.

Saldaña percaya bahwa animasi seperti ‘Maya and the Three’ akan membantu penonton memahami budaya Amerika Latin.

Tidak seperti film-film animasi Hollywood konvensional, film seri ini banyak mengumbar kematian. Sejumlah karakter digambarkan mati atau terbunuh dalam film ini.

Ini karena budaya Latin merayakan kematian, bukan menghindarinya, kata Saldaña.

“Kami menormalkan hal yang tak terelakkan bahwa tidak ada seorang manusia, sebuah pohon atau seekor binatang yang pernah bisa menghindari kematian. Jadi, mengapa kita berusaha menghindari pembicaraannya? Membiasakan diri untuk membicarakan kematian pada usia dini, menurut saya, akan membuat kita menjalani kehidupan yang lebih berarti,” jelasnya. (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.