Gedung Baru Pasar Penyembolum Senaken Mulai Ditempati

TB Sihombing

Gedung baru Pasar Penyembolum. (TBS)
Gedung baru Pasar Penyembolum. (TBS)

Paser, helloborneo.com – Gedung baru Pasar Penyembolum Senaken ditargetkan dalam beberapa hari ke depan mulai ditempati., dan pedagang yang menempati blok A dan B disibukkan memindahkan dagangan di petak masing-masing sesuai surat hak guna pakai (HGP).

“Pelaksanaan verifikasi dan validasi pedagang blok A dan B sudah selesai. Perkiraan akhir bulan ini bakal ditempati,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Penyembolum Senaken, Arsyad ketik ditemui helloborneo.com di Paser, Selasa. 

Tidak hanya sibuk dilakukan pemindahan, namun sebagian pedagang lain dalam sepekan ini diminta merampungkan adminstrasi. Mengingat sebelum ditempati, berhak menerima surat keterangan penggunaan kios atau petak, sebagai legalitas pedagang. 

Di antaranya yang perlu dilampirkan, surat keterangan penggunaan lapak atau petak, surat pernyataan kesediaan, kartu tanda pengenal pedagang, kunci toko bagi pedagang rolling door blok B. 

Namun untuk blok B terdiri 192 petak, lebih dulu bakal ditempati oleh pedagang rolling door. Gedung yang diperuntukkan bagi penjual sembako atau kelontongan itu terdapat dua jenis bangunan, yakni berupa lesehan bersekat dan roling door.

“Blok A (pedagang sayur) sudah beres, sudah bisa menempati. Kalau untuk di blok B hanya pedagang toko rolling door dulu (Nomor 1- 80), sudah membayar biaya penempatan dan tak memiliki piutang,” jelas Arsyad. 

Sementara pedagang blok B non rolling door belum diserahkan, karena masih terkendala masalah administrasi, khususnya biaya pendaftaran penempatan lapak sebesar Rp4,5 juta. Dinilai pedagang non rolling door tidak adil, karena biaya tetap sama dengan pedagang rolling door. 

Pedagang non rolling door kembali harus bersabar. Pasalnya terkait tuntutan tak adilnya biaya pendaftaran, menanti hasil rapat dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama pemangku kebijakan.

“Dalam waktu dekat ini akan dirapatkan oleh Pemkab dan OPD terkait. Apakah biayanya tetap atau ada perubahan, kenapa ada rolling door dan tidak. Memang sebelumnya sudah seperti itu bangunannya sebelum kebakaran (Januari 2018). Jadi dibangun ini sama dengan bentuk seperti dulu,” kata Arsyad. 

Pedagang relokasi blok A dan B yang bakal menempati gedung baru, Arsyad meminta secara perlahan untuk dapat membersihkan dan membongkar bangunan petak sementara yang digunakan di areal parkir. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.