Jelang Pelaksanaan, Popda Kaltim ke- XVI di Paser Tak Kunjung Ada Kepastian

Tun MZ

Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Muksin. (TBS)
Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Muksin. (TBS)

Paser, helloborneo.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda ) Kaltim ke-XVI yang terjadwal pada 20 hingga 27 November mendatang di Kabupaten Paser, tak kunjung mendapat kepastian.

Kabupaten Paser sebagai tuan rumah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,2 miliar melalui APBD Perubahan tahun Anggaran 2021 ini untuk perbaikan venue. Sementara itu peserta rapat Popda Kaltim juga langsung bertolak ke Samarinda.

“Hasil rapat hari ini belum ada keputusan, jadi ini mau dikonsultasikan dengan Sekprov Kaltim tentang kelanjutan Popda. Apakah tetap tahun ini atau ditunda,” kata Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Muksin, Selasa (10/11/2021).

Pemkab Paser mengharapkan Popda Kaltim ke- XVI tetap terlaksana sesuai jadwal yang ditentukan dengan telah bersurat yang ditandatangani Bupati Paser, mengenai permohonan anggaran. Kemudian disusul lagi surat Sekertaris Daerah (Sekda) untuk menindaklanjuti surat bupati.

“Sampai hari ini belum dapat tanggapan ketersedian anggaran Popda. Itu yang kami tunggu, Sebelumnya Berau ditunjuk tuan rumah dan sudah dianggarkan di sana. Kemudian dialihkan di Paser. Seharusnya setelah dialihkan diikuti alokasi anggaran untuk Popda di Paser. Tapi-kan tak tersedia, dan dialokasikan di APBD Perubahan. Namun diketahui bersama APBD Perubahan tak disahkan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispora Kaltim, Agus Tianur usai memimpin rapat juga menyampaikan ketidakpastian pelaksanaan 2 tahunan itu, dan menargetkan adanya keputusan pada pekan ini.

“Keputusannya diskors dulu. Nanti akan ada pertemuan lagi dengan pimpinan (Sekretaris Provinsi Kaltim). Kemungkinan akan diputuskan dalam minggu ini,“ kata Agus Tianur

Adapun opsi yang ditawarkan, yakni terlaksana tahun ini, dengan kemungkinan mengurangi cabang olahraga yang dimainkan. Sementara opsi kedua yaitu ditunda hingga tahun depan.

”Kalau tahun ini, bisa jadi ada pengurangan cabor. Jika nanti tidak ada Popda, mungkin seleksi di masing-masing cabor untuk Popnas. Karena lazimnya seperti itu dan pernah terjadi,” beber Agus Tianur.

Mengenai persoalan anggaran yang jadi biang keladi kembali tertundanya Popda, Agus Tianur tak menampik. Padahal Muksin menegaskan agar Pemprov Kaltim segera memberi jawaban atas surat yang dilayangkan tentang permohonan anggaran. (sop/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses