Usai Kembalikan Motor, Mantan Pekerja Bobol Rp130 Juta dari Brankas Kantor Ekspedisi

Yor MS

Koordinator Kurir dan Driver Ninja Express, Gusti Ridha Ramadani Saputra menunjukan sekat dinding yang diduga dirusak pelaku pembobol brankas di kantornya.
Koordinator Kurir dan Driver Ninja Express, Gusti Ridha Ramadani Saputra menunjukan sekat dinding yang diduga dirusak pelaku pembobol brankas di kantornya.

Balikpapan, helloborneo.com – Station perusahaan ekpedisi di kawasan Jalan Siaga, Balikpapan Selatan dibobol mantan pekerja berinisial R. Dari aksi tersebut, R sempat menggondol uang tunai Rp130 Juta yang tersimpan dalam brankas kantor.

Aksi pelaku mulanya terungkap ketika Koordinator Kurir dan Driver Ninja Express, Gusti Ridha Ramadani Saputra hendak memulai pekerjaannya pada hari Jumat (12/11) sekira pukul 05.00 Wita. Saat itu, pria yang kerap disapa Gusti bermaksud mengecek ruang staf yang juga senagai tempat penyimpanan reciver CCTV dan brankas.

Setelah membuka pintu, Gusti kaget bukan kepalang. Pasalnya lemari di dalam ruangan telah dalam posisi tergeser. Sementara triplek yang befungsi sebagai dinding penyekat ruangan dalam kondisi terlepas.

Kabel-kabel yang menguhubungkan kamera CCTV dengan receiver pun dalam keadaan tercabut. Lebih mencurigakan lagi, brankas berisi uang yang di antaranya setoran pembayaran Cash on Delivery (COD) posisinya berbeda dari biasa.

“Yang bikin saya tahu, layar monitor CCTV itu mati dan lemari miring. Terus saya konfirmasi ke atasan menanyakan hal itu. Sedangkan kunci brankas tergeletak di atasnya,” kisah Gusti kepada helloborneo.com, Sabtu (13/11).

Adanya uang yang raib baru diketahui usai atasan Gusti tiba di lokasi kejadian dan mengecek brankas.

“Brankas gak ada rusak, jadi posisi dalam keadaan baik. Yang tau kunci brangkas itu ada tiga orang,” lanjutnya.

Adapun empat pekerja gudang yang bertugas pada saat kejadian, seluruhnya mengaku tak mengetahui ada yang mencurigakan di ruangan tersebut selama mereka bertugas. Para pekerja gudang ini satu sama lain saling membenarkan bahwa tidak ada sama sekali yang masuk ke dalam ruangan termasuk mereka.

“Pas saya tanyakan ada yang datang, baru salah satu dari mereka bilang R. Dulu Dia bagian keuangan, dia juga mengetahui kode brankas,” jelasnya.

Menurut kisah ke empat pekerja gudang, R mendatangi bekas tempat kerjanya itu bermaksud meminjam sepeda motor. R datang ke kantor sekaligus gudang ekspedisi tersebut pada pukul 23.00 Wita malamnya dan kembali sekitar pukul 02.00 Wita.

“Berarti ada selang 3 jam dari saat saya datang. Kebetulan waktu itu kondisi sedang hujan deras. Jadi mungkin pekerja gudang tidak mendengar kalau ada yang mencurigakan di dalam ruangan itu,” sambung Gusti.

Setelah melaporkan kejadian ke Kepolisian pagi harinya, beberapa pekerja masih dapat berkomunikasi dengan R melalui pesan singkat. Namun sekira pukul 11.00 Wita, R sudah tidak dapat dihubungi lagi dan keberadaannya tidak diketahui.

Sekitar pukul 15.00 Wita, tepatnya setelah pihak Ninja Express memberi keterangan pada kepolisian, barulah R dapat diamankan. Polisi mengamankan R saat berada di indekosnya di kawasan jalan siaga.

“Di purwa (Mapolresta Balikpapan), Dia kemudian mengaku melakukan aksi itu, setelah mengembalikan motor,” pungkas Gusti.

Hingga berita ini dimuat, kepolisian masih melakukan penyidikan terhadap tersangka R. Kepolisian belum memberi keterangan reami mengenai motif dari tindakan tersangka. (rms/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.